Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir juga seiring dengan bursa saham global yang mengalami koreksi.

“Pelemahan IHSG beberapa hari ini sejalan dengan tekanan yang terjadi di berbagai bursa saham dunia yang dilatarbelakangi oleh sentimen negatif penyebaran virus Corona yang semakin meluas ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat," kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Sekar menuturkan, OJK akan memperhatikan secara ketat perkembangan dan dinamika pasar saham baik global, regional maupun domestik.

Baca juga: IHSG diprediksi terus tertekan aksi jual sepanjang akhir pekan ini

OJK juga akan terus berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan sesuai dengan kewenangan.

"OJK bersama Pemerintah dan BI telah dan akan terus mensinergikan kebijakan untuk memberikan stimulus dan menjaga kepercayaan publik khususnya investor," ujar Sekar.

IHSG pada akhir pekan ini diprediksi masih tertekan aksi jual. Tim Riset Samuel Sekuritas memperkirakan tekanan jual pada bursa domestik masih belum akan mereda mengingat peningkatan wabah COVID-19 yang terus meningkat di luar China dan dapat berpotensi negatif terhadap rantai ekonomi global.

Baca juga: IHSG Jumat pagi dibuka jatuh 99,52 poin

Pada penutupan sesi pertama Jumat ini, IHSG melemah 223,73 poin atau 4,04 persen ke posisi 5.311,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 41,64 poin atau 4,66 persen menjadi 851,12.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 255.286 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,52 miliar lembar saham senilai Rp3,21 triliun. Sebanyak 30 saham naik, 359 saham menurun, dan 73 saham tidak bergerak nilainya.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2020