Selandia Baru temukan kasus pertama COVID-19

Selandia Baru temukan kasus pertama COVID-19

Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

Meskipun ada satu kasus penularan COVID-19, kami yakin peluang virus itu akan mewabah masih rendah
Wellington (ANTARA) - Pemerintah Selandia Baru pada Jumat mengumumkan kasus pertama penularan jenis baru virus corona atau COVID-19 pada seseorang yang baru kembali dari Iran dan ia sempat singgah di Indonesia sebelum mengakhiri perjalanan di Auckland pada Rabu (26/2).

Pasien berusia 60 tahun itu terbukti positif tertular COVID-19 saat diperiksa hari ini. Dia pun langsung menjalani perawatan di rumah sakit Auckland City Hospital dan kondisinya membaik, kata Kementerian Kesehatan lewat pernyataan tertulis.

"Meskipun ada satu kasus penularan COVID-19, kami yakin peluang virus itu akan mewabah masih rendah," ujar Kementerian Kesehatan Selandia Baru.

Sejumlah petugas medis telah melacak orang-orang yang ditemui pasien tersebut. Di samping itu, pihak keluarga dari pasien juga akan diperiksa oleh otoritas terkait.

Pasien yang terjangkit COVID-19 itu dilaporkan sempat melakukan perjalanan udara menumpang pesawat Emirates Airlines dari Teheran, Iran. Pesawat itu sempat transit di Bali, Indonesia sebelum mengakhiri perjalanan ke Auckland, Selandia Baru, pada 26 Februari.

Pihak kementerian menganjurkan agar penumpang lain yang khawatir dengan kondisi kesehatannya dapat menghubungi otoritas terkait untuk menjalani pemeriksaan.

Pemerintah Selandia Baru pada hari ini mengumumkan pihaknya membatasi kunjungan turis dari Iran, mengingat di sana jumlah korban jiwa akibat COVID-19 meningkat jadi 26 orang. Angka itu merupakan jumlah korban tewas virus corona terbesar di luar China.

Sementara itu, Australia, negara tetangga Selandia Baru, pada Jumat mengumumkan salah satu warganya yang menumpang kapal pesiar Diamond Princess di Jepang terkonfirmasi positif tertular COVID-19.

Dia jadi warga Australia kesembilan yang tertular virus dalam kapal Diamond Princess.

Sebelum tertular virus, suami dari warga Australia itu telah dinyatakan positif COVID-19 lebih dulu.

Sejauh ini, Pemerintah Australia melaporkan 24 pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Sumber: Reuters

Baca juga: Corona di Iran merebak, wapres tertular dan Shalat Jumat dibatalkan

Baca juga: Cegah COVID-19, Selandia Baru tolak kedatangan orang dari Iran

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar