Predikat WTP untuk kedua kali disabet Baznas Boyolali-Jateng

Predikat WTP untuk kedua kali disabet Baznas Boyolali-Jateng

Ketua Baznas Kabupaten Boyolali, Jateng Jamal Yazid (tengah) saat menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan lembaganya dari kantor akuntan publik, Riza Adi Syahril & Rekan Cabang Semarang, di Kantor Baznas Boyolali, Jumat (28/2/2020). (FOTO ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Alhamdulillah predikat WTP itu akhirnya kami peroleh. Dan sebagai informasi, predikat ini yang pertama di Jawa Tengah untuk laporan keuangan 2019 yang telah diaudit
Boyolali, Jateng (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada laporan keuangan lembaganya yang kedua kalinya.

"Predikat WTP diraih dari hasil pemeriksaan laporan keuangan 2019 yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat, oleh kantor akuntan publik, Riza Adi Syahril & Rekan Cabang Semarang," kata Ketua Baznas Kabupaten Boyolali, Jamal Yazid di Boyolali, Jumat.

Jamal Yazid mengatakan prestasi tersebut menjadi berkah tersendiri bagi Baznas Kabupaten Boyolali yang selalu berupaya mengedepankan aspek transparansi pengelolaan uang zakat infaq dan sodaqoh (ZIS) di Boyolali, baik dalam segi pengumpulan maupun penyalurannya.

"Alhamdulillah predikat WTP itu akhirnya kami peroleh. Dan sebagai informasi, predikat ini yang pertama di Jawa Tengah untuk laporan keuangan 2019 yang telah diaudit," katanya.

Menurut Jamal sesuai amanah Undang Undang Nomor 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Baznas sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bergerak di bidang pengelolaan dana ZIS selalu berupaya menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan untuk menjaga kepercayaan publik.

Oleh karena itu, Baznas Boyolali selalu melaporkan jumlah perolehan ZIS, sebagaimana data riil di lapangan, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.

"Kami berharap dengan perolehan predikat WTP ini, kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas Kabupaten Boyolali akan semakin meningkat, sehingga semakin banyak pula mustahik yang menerima pemanfaatannya," katanya.

Dia mengatakan perolehan ZIS dihimpun dari berbagai sektor, baik instansi maupun perorangan. Pemkab Boyolali pada 2019 perolehan ZIS mencapai Rp3.908.912.662, dan kemudian dari instansi vertikal Rp1.394.289.487, BUMD Rp73.828.926 dan sektor BUMN Rp740.000. ZIS perorangan memperoleh dana Rp191.057.791, dan dari masjid Rp102.306.000, sehingga totalnya mencapai Rp5.671.134.866.

Perolehan ZIS selama 2019 sebesar Rp5.671.134.866 itu sudah melebihi dana yang ditarget semula senilai Rp3.700.000.000, dan pendistribusiannya mencapai 96 persen. Pada 2020 target pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Boyolali sebesar Rp5.180.000.000, demikian Jamal Yazid.


Baca juga: Baznas Jateng sepakati zakat ASN untuk kurangi kemiskinan

Baca juga: Pengumpulan zakat BAZNAS 2019 lampaui target

Baca juga: BAZNAS rintis zakat emas melalui Pegadaian

Baca juga: BAZNAS kembangkan 500 retail mustahik

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tersangka perdagangan manusia berkedok ABK dicokok Polda Jateng

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar