Kebakaran lahan di Barito Selatan sudah enam kali

Kebakaran lahan di Barito Selatan sudah enam kali

Dokumen - Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Suwono saat memadamkan api di lahan yang terjadi kebakaran. ANTARA/HO

Buntok (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah menyebutkan sudah ada enam kali kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah itu dalam dua bulan terakhir ini atau selama 2020.

"Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Dusun Selatan," kata Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Alip Suraya melalui Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Suwono di Buntok, Jumat.

Baca juga: Kebakaran meliputi 341 hektare hutan-lahan di Riau sejak Januari

Dia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan pada Januari lalu terjadi di tiga titik, sedangkan selama Februari ini terjadi pada tiga titik.

Kebakaran hutan dan lahan pada Januari terjadi di pinggir Jalan Rikut Jawu Desa Sababilah, Jalan Buntok menuju ke Palangka Raya dan Jalan Toga Desa Pamangka Kecamatan Dusun Selatan.

Baca juga: Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat sulit dipadamkan

Kebakaran pada Februari ini juga terjadi di tiga titik yakni di Jalan Toga Desa Pamangka, Jalan Dangka Menuju Desa Wungkur Baru dan Jalan dari Desa Dangka menuju ke Jalan Trans Baruang.

BPBD Barito Selatan telah mendirikan posko dan selalu siap dalam menanggulangi bencana. Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk memadamkan api dengan menggunakan peralatan yang dimiliki.

Baca juga: Kapolda minta pengusaha perkebunan di Jambi ikut antisipasi karhutla

"Begitu mendapat laporan, baik dari posko Karhutla maupun informasi dari masyarakat, kami langsung menuju ke lokasi kejadian kebakaran untuk memadamkan api dan alhamdulillah api berhasil dipadamkan, sehingga api tidak meluas," ucap Suwono.

Selain itu Suwono juga mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lahannya supaya tidak terjadi kebakaran. Jika lahan dan hutan terbakar, maka akan merusak lingkungan, dan asapnya bisa mengganggu kesehatan.

Dia mengucapkan terima kasih kepada instansi lainnya seperti Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Polri dan TNI serta masyarakat yang telah berpartisipasi membantu pihaknya dalam memadamkan api apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini.

Pewarta: Kasriadi/Bayu Ilmiawan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Petugas kesulitan atasi karhutla di 2 desa di Barito Kuala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar