BMKG: Hujan di NTT dipicu tekanan rendah di pesisir Australia

BMKG: Hujan di NTT dipicu tekanan rendah di pesisir Australia

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur Agung Sudiono Abadi (kanan). (FOTO ANTARA/Bernadus Tokan)

Hujan yang terjadi di wilayah Kupang dan sekitarnya pada sore hingga malam hari disebabkan adanya penumpukan massa udara akibat pertemuan massa udara, yang diakibatkan adanya tekanan rendah di pesisir barat Australia
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa tekanan rendah di pesisir barat Australia telah memicu hujan deras, disertai angin di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Hujan yang terjadi di wilayah Kupang dan sekitarnya pada sore hingga malam hari disebabkan adanya penumpukan massa udara akibat pertemuan massa udara, yang diakibatkan adanya tekanan rendah di pesisir barat Australia," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Agung Sudiono Abadi, di Kupang, Sabtu.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan faktor yang menjadi pemicu terjadinya hujan disertai angin pada sejumlah wilayah di NTT saat ini.

Menurut dia, berdasarkan hasil prakiraan, ada sejumlah wilayah di provinsi berbasis kepulauan itu masih akan dilanda hujan sedang hingga deras sampai Minggu (1/3) 2020.

Wilayah-wilayah tersebut antara lain Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo Sumba Timur, Pulau Timor, Alor, Manggarai Barat dan Pulau Sumba.

Dia mengatakan dengan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana.

Dampak bencana yang bisa ditimbulkan adalah banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat/petir.

Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transpotasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, diimbau untuk mewaspadai potensi tinggi gelombang laut.

Potensi gelombang laut, menurut dia, dapat mencapai 1.25-2.5 meter di wilayah perairan laut utara Flores, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai.

Selain itu, Perairan laut Kupang - Rote berisiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang.

Kemudian, gelombang setinggi 2.5-3.0 meter di wilayah Samudera Hindia selatan Sumba Sabu dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote yang berisiko tinggi terhadap Kapal Ferry, demikian Agung Sudiono Abadi.

Baca juga: BMKG: Minimnya hujan di Sumba Timur akibat tekanan rendah di Australia

Baca juga: Masih ada wilayah di Timor Tengah Selatan alami kekeringan ekstrem

Baca juga: Cuaca buruk NTT akibat tekanan rendah di Australia

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pohon tumbang tutup arus lalu lintas Kabupaten Kuningan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar