Olimpiade

PB Perbakin berharap pada jatah 'wildcard' Olimpiade 2020

PB Perbakin berharap pada jatah 'wildcard' Olimpiade 2020

Pasangan atlet menembak Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan/Fathur Gustafian. ANTARA/HO/Perbakin

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) berharap pada jatah wildcard atau undangan untuk menambah perwakilan atletnya tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

"Kami sedang berharap wildcard. Kami harap bisa dapat di nomor 10 meter air rifle men dan mix team air rifle," kata Ketua Umum PB Perbakin Joni Supriyanto di Senayan, Jakarta, Sabtu.

Cabang olahraga menembak telah memastikan tiket ke Olimpiade Tokyo melalui atlet putri atas nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba di nomor 10 meter air rifle putri.

Vidya lolos kualifikasi saat tampil di Kejuaraan Menembak Asia di Doha, Qatar pada November 2019 lalu.

Baca juga: Dua emas pijakan Vidya Rafika menuju Olimpiade Tokyo

Peluang bagi Indonesia untuk menambah perwakilan atletnya di cabang menembak masih cukup terbuka.

Berdasarkan aturan Federasi Internasional Olahraga Menembak (ISSF) soal kualifikasi Olimpiade 2020, terdapat 360 kuota yang diperebutkan, termasuk 300 kuota untuk nomor perorangan, 12 kuota untuk nomor campuran, 12 kuota untuk tuan rumah, 12 kuota untuk atlet yang menduduki ranking dunia serta 24 kuota undangan.

Sebanyak 360 kuota tersebut diperebutkan melalui hasil kejuaraan ISSF yang digelar sejak 1 September 2018 hingga 31 Mei 2020.

Sementara itu, sebanyak 24 tiket undangan berhak didapatkan oleh National Olympic Committe (NOC) setiap negara yang telah memenuhi syarat. Jatah ini baru akan dialokasikan dan diumumkan oleh ISSF sebelum 2 Juli 2020.

Melihat peluang tersebut, Joni pun optimistis bisa mengirim lebih dari satu atletnya ke Olimpiade Tokyo.

"Masih, masih bisa mendapatkannya (jatah)," katanya.

Baca juga: Mahalnya pajak impor peluru menghambat cabang olahraga menembak

Baca juga: Perbakin: tiga kejuaraan internasional untuk cari bibit muda potensial

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora sebut kesehatan atlet dan pelatih yang utama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar