PKS Depok paparkan konsep membangun Depok lima tahun kedepan

PKS Depok paparkan konsep membangun Depok lima tahun kedepan

Tiga bakal calon wali kota Depok dari PKS dalam acara Talk Show Pembangunan Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS dengan tema "Infrastrktur dan Lingkungan Hidup" di Depok, Minggu (1/3/2020). ANTARA/Feru Lantara/am.

Depok (ANTARA) - Tiga bakal calon Wali Kota Depok dari PKS Imam Budi Hartono, Hafid Nasir dan Farida Rachmayanti memaparkan gagasan dan ide-ide dalam membangun Kota Depok kedepannya, agar masyarakat merasakan dampak positif dari pembangunan.

"Dalam membangun dua hal yang diutamakan yaitu membangun manusia dan membangun secara fisik," kata Imam Budi Hartono dalam acara Talk Show Pembangunan Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS dengan tema "Infrastrktur dan Lingkungan Hidup" di Depok, Jawa Barat, Minggu.

Menurut Imam, pembangunan itu bukan hanya jalan saja tetapi ada juga jembatan, sungai, situ, sekolah, rumah sakit dalam lainnya, yang semuanya untuk kepentingan masyarakat.

"Pembangunan bukan hanya sekedar membangun dengan baik tetapi hasil pembangunan seharusnya juga dapat menjadi kawasan wisata," katanya.

Ia mencontohkan pembangunan Situ Rawa Kalong di Depok sebagai destinasi pariwisata dengan anggaran senilai Rp5 miliar pada 2019 dan pada 2020 seniai Rp84 miliar.

Imam juga menggagas pembangunan infrastruktur berbagai kelurahan sehingga pembangunan RT, RW, kelurahan sudah teratasi dengan dana Rp5 miliar per kelurahan baik itu masalah banjir, jalan rusak, drainase, dan juga kemacetan.

Sementara itu Hafid Nasir menegaskan diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, sehingga pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pusat ataupun provinsi bisa berjalan dengan baik.

"Komunikasi politik perlu dibangun dengan baik sehingga pembangunan infrastruktur bisa cepat terlaksana," katanya.

Menurut dia, dampak dari pembangunan perlu menjadi perhatian utama karena bisa pembangunan tersebut bisa merusak lingkungan sekitar. Untuk itu perlu pengawasan yang ketat agar tidak terjadi bencana di kemudian hari.

"Dampak pembangunan menjadi hal yang utama agar diawasi," katanya.

Sedangkan Farida menekankan pada pembangunan transportasi yang ramah bagi keluarga. Dengan transportasi ramah keluarga maka masyarakat akan menggunakan transportasi tersebut.

Ia mengatakan saat ini telah diluncurkan Jabodetabek Residence (JR) Connexion dengan rute Perumahan Grand Depok City (GDC), Kota Depok menuju ITC Cempaka Mas, Jakarta.

"Kedepannya kalau saya terpilih jadi wali kota Depok maka akan ditambah rute-rute lainnya," katanya.

Baca juga: PKS fokus hasil Pemira untuk Pilkada Depok

Baca juga: Pilkada Depok tidak diikuti calon independen

Baca juga: Akademisi UI: Perlu kemauan politik untuk benahi Depok

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPU Kota Depok ingatkan hasil hitung cepat bukan dasar penetapan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar