Polres Rejang Lebong tingkatkan patroli antisipasi begal

Polres Rejang Lebong tingkatkan patroli antisipasi begal

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono. (Foto Antarabengkulu.com/Nur Muhamad)

Rejang Lebong (ANTARA) - Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu saat ini tengah meningkatkan patroli rutin guna mengantisipasi merebaknya tindak kejahatan terutama begal di wilayah itu.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan saat ini pihaknya meminta dukungan dan kerja sama dari masyarakat setempat sehingga bisa mengungkap sejumlah tindak kejahatan yang terjadi di daerah tersebut belakangan ini.

"Kita sudah meningkatkan upaya patroli, jadi kalau kemarin sudah berjalan bagus tetapi ternyata masih ada sehingga akan kita tambah lagi frekuensinya, mungkin ke depannya kita punya metode atau strategi lain, mungkin polanya atau personelnya serta sarana prasarana kita lengkapi," terang dia.

Selain itu, kata dia, pihaknya berencana juga akan membentuk tim khusus penindakan 3C yakni pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), namun pihaknya masih akan melihat kekuatan serta masih ada didiskusikan dengan jajaran Polres maupun Polsek tentang teknis pelaksanaannya.

Sedangkan untuk sejumlah kasus begal kendaraan bermotor yang terjadi di beberapa lokasi di Kabupaten Rejang Lebong dalam sepekan belakangan, kata dia, saat ini masih dalam penyelidikan petugas guna mengumpulkan keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian serta mencari alat bukti lainnya.

"Saat ini masih dalam penyelidikan petugas, guna mengumpulkan keterangan saksi-saksi yang tahu dengan kejadiannya, kita cari alat bukti lain atau kita kerjasama dengan stakeholder lainnya untuk mencari keterangan atau informasi terkait dengan kejadian yang menjurus kepada pelakunya," tambah dia.

Sebelumnya, kasus pembegalan kendaraan bermotor terjadi di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup pada Rabu (26/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Aksi pembegalan ini dialami Dona (16) warga RT 2/6 Kelurahan Talang Benih.

Kendati dalam kejadian ini sepeda motor milik korban merek Yamaha Mio M3 pelat nopol BD 2426 KV tidak berhasil diambil pelaku begal yang berjumlah dua orang, namun korbannya mengalami luka tusuk di bagian perut dan luka sayatan di bagian tangan kanan.

Sedangkan kasus pembegalan lainnya menimpa Dewi Gusta Aulia (14), pelajar SMP Sindang Jati, Kecamatan Sindang Kelingi pada Kamis (27/2) sekitar pukul 06.45 WIB, saat korban dalam perjalanan menuju sekolahnya, tepatnya saat berada di Desa Kayu Manis berbatasan dengan Desa Beringin III. Akibat kejadian ini korban kehilangan sepeda motor merek Yamaha X-ride dengan pelat nopol BD 5003 KQ.

Baca juga: Pelajar korban pembunuhan tinggal tengkorak dikenal anak pendiam

Baca juga: Polisi dalami motif lain kasus pembunuhan pelajar

Baca juga: Pembunuh pelajar di Rejang Lebong diduga miliki perilaku menyimpang

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Metro Jaya: PHK tak pengaruhi angka kriminalitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar