IPB tangguhkan kunjungan tamu dari negara terdampak COVID-19

IPB tangguhkan kunjungan tamu dari negara terdampak COVID-19

Logo IPB. (Foto : Istimewa).

Keputusan untuk menangguhkan kunjungan tamu itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus tersebut baik di lingkungan IPB,
Jakarta (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) menangguhkan kunjungan tamu dari negara-negara yang terkena dampak virus COVID-19 ke lingkungan IPB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Selain dari Tiongkok, sesuai dengan kebijakan pemerintah sejauh ini belum ada larangan. Namun demikian, para pimpinan fakultas, departemen, pusat studi dan atau unit kerja lain diminta melaporkan kepada Pimpinan IPB jika ada rencana kunjungan tamu, khususnya dari negara-negara terdampak COVID-19, jelas Rektor IPB Arif Satria melalui rilis pers yang diterima Jakarta, Minggu.

Keputusan untuk menangguhkan kunjungan tamu itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus tersebut baik di lingkungan IPB atau di wilayah lain di Indonesia secara lebih luas.

Selain menangguhkan sementara kunjungan tamu, IPB juga mengimbau seluruh civitas akademiknya untuk menangguhkan perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak virus tersebut.

Baca juga: Mentan ajak perguruan tinggi bersinergi bangun pertanian modern

Untuk perjalanan luar negeri yang sifatnya penting dan tidak dapat ditunda, harus meminta persetujuan pimpinan unit kerja, dengan tembusan kepada rektor, ujarnya.

Mereka yang diberi izin melakukan perjalanan ke negara terdampak diminta untuk mengikuti prosedur kesehatan berdasarkan ketentuan pemerintah dan otoritas kesehatan setempat.

Sementara itu, bagi civitas kampus yang baru selesai melakukan perjalanan ke luar negeri juga diminta untuk segera melaporkan kedatangannya kepada pimpinan unit kerja.

Baca juga: Wamendes: IPB paling siap selenggarakan "One CEO One Village"

Apabila kurang sehat, khususnya yang baru tiba dari negara-negara terdampak COVID-19 kurang dari 14 hari yang lalu, maka sebagai langkah pencegahan diwajibkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke Poliklinik IPB atau rumah sakit dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan unit kerja dengan tembusan kepada rektor, terang Arif.

Selain itu, ia mengimbau seluruh warga kampus tersebut untuk selalu menjaga kesehatan. Jika salah satu diantara mereka merasa sakit atau mengetahui rekan atau tamu mengalami gangguan kesehatan, khususnya yang mengarah pada gejala COVID-19, mereka diminta untuk segera melakukan pemeriksaan ke klinik atau rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan yang semestinya.

Kemudian, ia juga meminta seluruh orang di lingkungan kampus tersebut untuk waspada dan hati-hati dengan tetap berpedoman pada kebijakan pemerintah dalam menyikapi dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus.

Baca juga: IPB peringkat pertama dunia untuk artikel ilmiah penelitian sawit

Pewarta: Katriana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar