Zaki Iskandar sebut Golkar mungkin ajukan calon di Pilkada DKI

Zaki Iskandar sebut Golkar mungkin ajukan calon di Pilkada DKI

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (tengah) bersama pengurus Golkar DKI Jakarta, berpose kepal tangan usai pengumuman menang aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta di Pelataran Gedung DPD Golkar DKI Jakarta, Minggu (1/3/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

Ke depannya mudah-mudahan ada kader sendiri yang maju
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, menyebut ada kemungkinan pihaknya mengajukan calon sendiri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

"Sebelum Musda ini, satu hingga dua bulan sebelumnya saya sudah bangun komunikasi dan dilanjutkan langsung ke wilayah-wilayah, dengan organ-organ di bawah Golkar," katanya di Jakarta, Minggu.

Hasilnya, kata Zaki, dipastikan mereka mendukung program tersebut dan mungkin yang ditawarkan profil saya atau lainnya.

Namun demikian, Zaki mengatakan yang paling penting saat ini, adalah bagaimana membesarkan Partai Golkar kembali, terutama di DKI Jakarta, melalui jalan kaderisasi bukan saja menawarkan keanggotaan generasi muda, tapi juga dengan program Golkar Academy yang dicetuskan oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto dalam Musyawarah Nasional (Munas) terakhir.

Baca juga: Bupati Tangerang jadi Ketua DPD Golkar DKI secara aklamasi

"Golkar Academy sifatnya jika bentuk adalah program lama seperti program karakater 'desk'. Tapi yang sekarang lebih konsep baru, di situ ada pemberian materi sejarah Golkar, penjabaran Pancakarya yang perlu diketahui kader muda untuk mempromosikan Golkar," ucapnya.

Kemudian dalam waktu dekat usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, ujar Zaki, pihaknya akan menyelesaikan susunan pengurus DPD Provinsi DKI Jakarta.

"Kemudian Rakerda untuk menentukan program jangka pendek, menengah dan panjang, termasuk kaderisasi. Mudah-mudahan karena saya juga melihat kebutuhan terhadap generasi muda dan kader-kader baru Golkar di DKI sangat tinggi. Nanti komposisi kader muda yang akan berkiprah kepengurusan. Karena ini yang akan kita jadikan etalase juga dari tampilan Golkar baru," ucap Zaki.

Baca juga: Bupati Tangerang janji bawa kecemerlangan Golkar di Jakarta

Zaki Iskandar menang secara aklamasi usai satu nama lainnya yang mengambil formulir pendaftaran Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, yakni Muslim Jaya Butarbutar, namun yang bersangkutan memutuskan mundur sebelum batas akhir pengembalian formulir dan kelengkapan administrasi pada 28 Februari 2020.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengatakan dengan terpilihnya Zaki Iskandar secara aklamasi harus disyukuri Partai Beringin tersebut yang diyakininya bisa membawa Golkar DKI Jakarta meraih kemenangan di Pilkada dan Pilegda 2024.

"Ke depan saya pastikan DKI Jakarta Insyaallah melalui program konsolidasi dan kaderisasi sebanyak-banyaknya untuk mencoba merekrut kader. Sampai ke tingkat akar rumput untuk kemudian mencari jaringan yang nantinya memperkuat Golkar dengan target minimal 20 kursi DPRD. Ke depannya mudah-mudahan ada kader sendiri yang maju tidak lagi berlawanan arus dengan keinginan masyarakat," ujar Baco yang merupakan Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar DKI Jakarta.

Baca juga: Ahmed Zaky hampir pasti akan pimpin DPD Golkar DKI

Saat ini Golkar hanya memiliki enam kursi di DPRD DKI Jakarta dari 106 kursi. Golkar berada di urutan ke-8, kalah jauh dari PDIP (25 kursi), Gerindra (19 kursi) dan PKS (16 kursi).

Golkar bahkan kalah dari partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang bisa mendapatkan delapan kursi di DPRD DKI Jakarta.

Padahal di DPR RI Golkar berada di posisi kedua dengan perolehan 85 kursi di bawah PDIP (128 kursi).

Golkar DKI Jakarta menggelar Musyawarah Daerah di Gedung DPD di kawasan Menteng, Jakarta Pusat sejak Sabtu hingga Minggu ini.

Baca juga: Golkar DKI sebut Jakarta Pusat epicentrum kebangkitan partai

Zaki adalah calon tunggal dan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar