Bekasi bina karakter pelajar hindari kenakalan remaja

Bekasi bina karakter pelajar hindari kenakalan remaja

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Kabupaten Bekasi Juhandi (tengah) usai membuka kegiatan pembinaan rohis di lingkungan masjid sekolah tingkat Kabupaten Bekasi di Hotel Grand Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Senin (2/3/2020). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Agar para siswa ini tidak mudah terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif serta paham-paham radikalisme dan organisasi yang tidak jelas
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memberikan pembinaan karakter kepada ratusan pelajar SMP dan SMA sebagai upaya preventif untuk menghindari potensi kenakalan remaja yang belakangan marak terjadi.

"Hari ini fokusnya kegiatan pembinaan rohani Islam (rohis) di lingkungan masjid sekolah tingkat Kabupaten Bekasi," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Kabupaten Bekasi Juhandi saat membuka kegiatan itu di Hotel Grand Cikarang, Cikarang Utara, Senin.

Ia mengatakan maraknya pelanggaran hukum yang melibatkan para pelajar, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, pornografi, dan seksualitas, hingga pencurian serta begal dilatarbelakangi minimnya pendalaman agama dan sosialisasi pendidikan karakter serta praktik ilmu agama yang diajarkan sekolah.

"Para pelajar ini perlu dibentuk, diperkuat lagi karakternya agar tidak lagi melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan agama, salah satunya lewat kegiatan rohis sekolah," ungkapnya.

Ia mengharapkan sosialisasi itu mampu membentuk karakter pelajar yang islami dan berwawasan qurani sehingga akan menghasilkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan yang islami, cerdas, dan unggul.

"Kegiatan ini menjadi wadah menciptakan generasi penerus yang mampu membawa perubahan, sejalan dengan slogan Kabupaten Bekasi Baru dan Bekasi Bersih," katanya.

Baca juga: Ribuan pelajar SMP NU se-Surabaya diberikan pembinaan karakter

Melalui wadah rohis di lingkungan sekolah itu, katanya pelajar dapat menjadi agen, pelopor, dan penggerak perubahan di lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggalnya.

"Agar para siswa ini tidak mudah terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif serta paham-paham radikalisme dan organisasi yang tidak jelas," kata dia.

Menurut dia, penyelengaraan pendidikan Agama Islam bagi para siswa harus mampu menyeimbangkan tiga ranah pendidikan, yaitu ilmu, akhlak, serta amaliyah.

"Untuk itu saya berharap kegiatan rohis ini dapat membentuk karakter serta mampu meningkatkan potensi dan pengetahuan keagamaan peserta didik semua," ucapnya.

Juhandi mengajak para pelajar bersama-sama memerangi narkoba serta dapat menjadi manusia dan generasi penerus bangsa yang baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia.

Baca juga: Razia Kasih Sayang bina mental pelajar tersangkut video porno
Baca juga: Jago-jago olahraga berbagi kiat sukses dengan pelajar

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pembinaan sejak dini, ratusan siswa ikuti kompetisi olimpiade siswa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar