Tujuh hektare lahan di Siak terbakar

Tujuh hektare lahan di Siak terbakar

Ilustrasi - Kebakaran lahan di Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada pertengahan Februari 2020. (ANTARA/HO-Sinar Mas)

Siak (ANTARA) - Seluas tujuh hektare lahan di Kabupaten Siak, Riau, terbakar sejak Sabtu (29/02) di antaranya di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit dan Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, yang hingga saat ini masih dalam proses pemadaman.

"Sampai saat ini tim masih melakukan pemadaman," kata Kepala Daerah Operasi Siak Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ihsan Abdillah di Siak, Senin.

Kebakaran di Kampung Mengkapan diketahui setelah didapatkan informasi dari masyarakat. Saat ini sudah mencapai lebih kurang enam hektare karena angin kencang serta berada di tepi laut serta sumber air yang susah.

Tim kemudian terpaksa harus membuat embung dengan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pemukiman Kabupaten Siak untuk melakukan sekat kebakaran. Bahkan juga dilakukan bom air dibantu oleh Helikopter Sinarmas.

Baca juga: Kebakaran lahan mulai marak, DPRD Siak sidak perusahaan sawit

Baca juga: Sam Bimbo berbicara kebakaran hutan dan lahan di Siak

Baca juga: Helikopter bom air turut padamkan kebakaran lahan di Siak


Dia menyampaikan pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Kepolisian Sektor Sungai Apit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siak. Kemudian juga Masyarakat Peduli Api Kecamatan Sungai Apit serta tim regu pemadam kebakaran Sinarmas.

Sementara itu, kebakaran di Kampung Dayun diketahui berdasarkan laporan tim patroli menemukan adanya api pada Ahad sore (1/3). Tim gabungan juga langsung terjun ke lapangan sampai saat ini juga masih melakukan pemadaman.

"Kebakaran sudah dapat dikendalikan Insya Allah hari ini tuntas, luasnya sekitar satu hektare," katanya.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautama dalam keterangan pers di Pekanbaru menyatakan sebanyak 18 titik panas berada di Provinsi Riau. Titik panas tersebut terdeteksi satelit Terra Aqua pada Senin pagi pukul 06.00 WIB.

Titik panas paling banyak di Kabupaten Bengkalis dengan enam titik. Kemudian di Pelalawan empat titik, Siak, Kepulauan Meranti dan Dumai terpantau masing-masing dua titik panas. Selain itu di Kuantan Singingi dan Rokan Hilir masing-masing ada satu titik panas.*

Baca juga: Siak sudah tetapkan status siaga darurat karhutla

Baca juga: 10 embung dibuat untuk antisipasi kebakaran lahan di Siak

Baca juga: Hujan meredam kebakaran hutan-lahan di Giam Siak Kecil Riau

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Taman Nasional Zamrud, 4 pulau mengapung di atas ladang minyak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar