Pemkot Banjarmasin tempel stiker pada 21 ribu rumah penerima bantuan

Pemkot Banjarmasin tempel stiker pada 21 ribu rumah penerima bantuan

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menempel stiker untuk rumah keluarga prasejahtera yang berisi informasi program bantuan yang akan dibagikan pemerintah untuk mendukung ekonomi dan kesejahteraan mereka. (Antaranews Kalsel/Latif Thohir)

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin menempel stiker pada 21 ribu rumah warga penerima manfaat bantuan sosial yang berisikan informasi tentang enam item bantuan yang akan diberikan kepada keluarga prasejahtera.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di Banjarmasin, Senin, memasangkan secara simbolis stiker pada empat rumah keluarga prasejahtera sebagai tanda dimulainya program tersebut.

Menurut Ibnu, penempelan stiker tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Penempelan stiker secara simbolis yang dilakukan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di empat rumah penerima bantuan sosial yaitu di jalan Tanjung Berkat RT 13 Kelurahan Teluk Tiram Kecamatan Banjarmasin Barat.

Stiker yang berisikan enam item penerimaan bantuan sosial, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) Kartu Indonesia Pintar (KIP) Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan beras kota (Rasko).

Stiker tersebut, dicontreng untuk memudahkan dan menginformasikan jenis bantuan yang diterima kepada petugas dan masyarakat.

Baca juga: Dinas Sosial Banjarmasin akan tandai kotak amal berizin dengan stiker

Baca juga: Dishub Kota Magelang beri sanksi sosial pelanggar KTL

 
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyerahkan bingkisan kepada Kasran, usai menempelkan stiker di rumah keluarga penerima manfaat.(Antaranews Kalsel/Latif Thohir)


"Hari ini kita menempel stiker untuk penerima manfaat dari Dinsos Kota Banjarmasin. Ada lima item yang dicontreng untuk memudahkan penerima manfaat," katanya.

Menurut dia, lima item tersebut, yaitu KIS, PKH, kemudian bantuan nontunai, bantuan sembako dan sebagainya , sehingga para pendamping yang membina dan mendata warga betul-betul terverifikasi dengan baik.

Ibnu berharap, masyarakat penerima manfaat bantuan sosial tidak melepas stiker yang tertempel di rumahnya tersebut karena dengan dilepaskannya stiker, dianggap warga penerima sudah tidak membutuhkan lagi bantuan sosial dari pemerintah.

Salah seorang warga penerima manfaat, Kasran mengatakan tidak mempermasalahkan dengan adanya penempelan stiker tersebut.

Menurut warga yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga parkir itu, melalui stiker tersebut pemerintah hanya ingin memastikan, bahwa penerima manfaat adalah benar-benar masyarakat yang berhak.*

Baca juga: Rumah penerima bansos di Barito Timur dipasangi stiker

Baca juga: Penempelan stiker bansos PKH di Penajam terus berlanjut

 

Pewarta: Ulul Maskuriah/Latif Thohir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar