Menkes: Tidak semua orang kontak langsung menjadi sakit

Menkes: Tidak semua orang kontak langsung menjadi sakit

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) bersama Wali Kota Depok Muhammad Idris (kiri) berkunjung ke rumah sakit Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). Sebanyak 76 petugas medis di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dirumahkan para petugas sempat berinteraksi dengan dua pasien yang positif terinfeksi virus corona. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.

Cara menjaga bukan dengan panik dengan paranoid kuatir namun dengan menjaga imunitas tubuh kita. Kalau sakit pakai masker. Kalau sehat tidak usah pakai masker
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan tidak semua orang yang melakukan kontak langsung dengan mereka yang terinfeksi COVID-19 akan menjadi sakit karena bergantung pada daya tahan tubuh.

"Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit yang imunitas tubuhnya rendah," kata dia dalam konferensi pers di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin.

Menkes Terawan menuturkan hal itu terbukti dengan 188 warga negara Indonesia yang negatif terinfeksi virus COVID-19 padahal melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus di kapal pesiar World Dream di Hong Kong.

"Kenyataannya 188 orang itu negatif semua padahal ada kontak di situ. Artinya tidak semua kontak akan jadi positif tergantung kondisi badan kita. Kalau Kondisi badan kita baik, imunitasnya baik, tidak akan mempan (terinfeksi virus, red.)," kata dia.

Baca juga: Menkes: Yang pakai masker itu yang sakit

Dia mengatakan jika imunitas tubuh kuat maka akan sulit terinfeksi virus.

Oleh karena itu, kata dia, hal yang penting dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh tetap baik.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjaga kesehatan serta pola hidup bersih sehingga tubuh tidak mudah terjangkit penyakit.

"Cara menjaga bukan dengan panik dengan paranoid kuatir namun dengan menjaga imunitas tubuh kita. Kalau sakit pakai masker. Kalau sehat tidak usah pakai masker," ujarnya.

Kasus positif COVID-19 terungkap pertama kali di Indonesia dengan dua pasien yang merupakan warga negara Indonesia yang tinggal di Depok, Jawa Barat.

Dua warga yang dinyatakan positif terserang COVID-19 tersebut merupakan perempuan dan ibunya, masing-masing  berusia 31 dan 64 tahun. Dua orang tersebut saat ini dirawat di ruang isolasi di gedung yang berbeda di RSPI Sulianti Saroso sejak 1 Maret 2020.

Baca juga: Pakar UGM dukung penelitian formula rempah-rempah penangkal COVID-19
Baca juga: Kemenkes jelaskan alur penularan dua WNI terjangkit COVID-19
Baca juga: Istana ambil langkah khusus agar masyarakat tak panik hadapi corona

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Istri Gubernur Riau Misnarni Syamsuar terkonfirmasi positif COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar