Cegah corona, Kemenhub fokuskan pengawasan KRL Jakarta-Depok

Cegah corona, Kemenhub fokuskan pengawasan KRL Jakarta-Depok

Konferensi Pers soal Perkeretaapian di Kemenhub, Jakarta, Senin. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

nanti operator akan diberikan imbauan bahkan instruksi untuk penumpang diberikan fasilitas agar penyebaran bisa dicegah
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan memfokuskan pengawasan difokuskan kereta perkotaan atau kereta rel listrik ke wilayah Jakarta dan Depok sesuai dengan pemetaan dari Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Karena untuk melihat ini kemenkes punya mapping. Ini referensi menjadi identifikasi prioritas," kata Direktur Lalu Lintas Perkeretaapian Kemenhub Danto Restyawan usai konferensi pers di Jakarta, Senin.

Ia juga meminta PT Kereta Api Indonesia dan anak usahanya PT Kereta Commuter Indonesia untuk menyiapkan disinfektan guna mencegah penyebaran virus corona.

"Kami bicara dengan Pak Dadang (Kepada Daop 1) dan KCI secara lisan bagaimana penanganan sudah diambil beberapa tindakan. Teman-teman PT KAI akan siapkan disinfektan. Untuk sementara sudah KCI, termasuk kereta api," katanya.

Dalam kesempatan sama, Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan pihaknya akan menyiapkan prosedur bagi penumpang agar terhindar dari virus corona saat menggunakan moda transportasi.

"Kalau di angkutan udara, laut khusus sudah ada SOP. Tapi, karena baru update (perbarui) hari ini, kami juga akan besok dilakukan rakor penyusunan Standard Operation Procedure (SOP). Sekaligus nanti operator akan diberikan imbauan bahkan instruksi untuk penumpang diberikan fasilitas agar penyebaran bisa dicegah," katanya.

Ia juga mengatakan masih dimungkinkan untuk memasang pemindai suhu tubuh (thermal scanner).

"Sangat memungkinkan. Tapi kami pikir teknisnya seperti apa. Kan titiknya sangat luas," katanya.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus corona, yakni seorang Ibu 64 tahun dan anaknya 31 tahun.

Diketahui bahwa kedua WNI tersebut tinggal di Depok, Jawa Barat dan tertular virus dari Warga Negara Jepang saat berdansa sejak 14 Februari 2020.

Saat ini, keduanya ini tengah dirawat di ruang isolasi RS Sulianti Suroso, Jakarta Utara.



Baca juga: KCI antisipasi penyebaran virus corona di sejumlah stasiun
Baca juga: MRT Jakarta akan larang masuk penumpang dengan gejala demam tinggi
Baca juga: Cegah corona, MRT Jakarta keluarkan sejumlah kebijakan

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gairahkan penerbangan, INACA kampanye aman di perjalanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar