Bendungan Kuwil Kawangkoan Sulut ditargetkan selesai akhir 2020

Bendungan Kuwil Kawangkoan Sulut ditargetkan selesai akhir 2020

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kiri) mendengarkan penjelasan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Mohamad Silahudin (ketiga) kiri ketika mengunjungi Bendungan Kuwil. (foto: Karel A Polakitan) (1)

Saya kira rata-rata progres paket satu mencapai 59,40 persen dan paket dua sebesar 76,80 persen jadi total progres telah mencapai 61,39 persen dan diharapkan bisa selesai akhir 2020 ini
Manado (ANTARA) - Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditargetkan selesai akhir 2020 ini, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Manado, Senin.

"Saya kira rata-rata progres paket satu mencapai 59,40 persen dan paket dua sebesar 76,80 persen jadi total progres telah mencapai 61,39 persen dan diharapkan bisa selesai akhir 2020 ini," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari program pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 meter kubik per detik. Banjir bandang pernah melanda daerah ini pada tahun 2014.

Baca juga: Bendungan Kuwil-Kawangkoan Sulut didesain tahan gempa

Di samping itu, Bendungan Kuwil Kawangkoan juga dapat dimanfaatkan sebagai penyedia air baku untuk Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan KEK Bitung sebesar 4,5 meter kubik per detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata.

Bendungan yang memiliki kapasitas tampung 23,37 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektare ini dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp1,46 triliun dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - DMT, KSO dan PT Nindya Karya (Persero) Tbk.

Basuki mengatakan pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur Bendungan Kuwil Kawangkoan relatif lancar.

"Mudah-mudahan sudah tidak ada masalah. Saya rasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara aktif sekali sehingga saya tidak khawatir soal lahan. Kita siap ganti untung, tinggal prosesnya saja,” ujar Basuki.

Baca juga: Dua bendungan berkapasitas 39,47 juta meter kubik dibangun di Sulut

Menurut Basuki pembebasan lahan bukanlah suatu kesulitan, melainkan pernak-pernik pekerjaan sebab pembebasan lahan bukan hanya sekadar masalah uang tetapi ada nilai-nilai sentimentil yang melekat.

Selain Bendungan Kuwil Kawangkoan, Kementerian PUPR juga membangun Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow. Bendungan ini mulai dibangun pada 2015 dan ditargetkan selesai pada 2021 progresnya telah mencapai 50,37 persen serta memiliki daya tampung 16,10 juta meter kubik dan luas genangan 97,46 hektare.

"Bendungan ini berguna untuk sumber air daerah irigasi seluas 2.214 hektare, penyediaan air baku 500 liter per detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 3,3 MW," sebut Menteri.

Selain itu telah diselesaikan juga pembangunan Embung Wanua Ure di Kabupaten Minahasa Utara dengan biaya Rp6,6 miliar pada tahun 2018 serta memiliki kapasitas tampung 31,1 meter kubik dan bermanfaat untuk penyediaan air baku sebesar delapan liter/detik dan irigasi seluas lima hektare.

Pembangunan infrastruktur secara masif yang dilakukan oleh Kementerian PUPR merupakan upaya peningkatan daya saing bangsa.

Saat ini Indonesia berada di peringkat 52, dari sebelumnya 72 dan ke depan ditargetkan bisa berada di posisi 40.

Baca juga: Masyarakat Sulut diajak ikut melestarikan air

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar