Empat instansi di Beijing dijatuhi sanksi atas pelarian pasien corona

Empat instansi di Beijing dijatuhi sanksi atas pelarian pasien corona

Seorang petugas medis dengan baju pelindung menyiapkan obat tradisional China (TCM) untuk pasien dengan virus korona baru dengan peralatan pengeluaran cerdas di sebuah apotek Rumah Sakit Tongji Wuhan , pusat terjadi wabah penularan virus korona baru, di provinsi Hubei, China, Senin (2/3/2020). (REUTERS/CHINA DAILY)

Jakarta (ANTARA) - Empat instansi pemerintahan di Beijing yang dianggap paling bertanggung jawab atas masuknya pelarian pasien positif terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19 dari Wuhan dijatuhi sanksi oleh Komisi Penegakan Disiplin (CDI) di Ibu Kota China itu.

CDI mengirimkan tim investigasi sejak 26 Februari 2020 untuk menindaklanjuti kasus seorang mantan tahanan perempuan bermarga Huang yang dinyatakan positif COVID-19 bisa dengan leluasa mengendarai mobil bersama keluarganya dari Wuhan menuju Beijing.

Tim investigasi itu menelusuri titik kelemahan upaya pencegahan dan pengendalian wabah, demikian pernyataan pejabat senior CDI Beijing Xiao Sa kepada pers, Selasa.

Keempat instansi itu adalah kepolisian lalu lintas jalan raya, kantor Kecamatan Chongwai, Pusat Pengendalian Penyakit Menular (CDC) Beijing, dan pengelola apartemen.

Xiao mengungkapkan bahwa pos pemeriksaan di perbatasan jalan tol Beijing yang dilalui Huang hanya terdapat seorang petugas bantuan kepolisian. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan suhu tubuh Huang normal namun petugas tidak mengidentifikasi identitas mereka.

Pihak permukiman di Xinyijiayuan, Distrik Dongcheng, tempat tinggal Huang dan keluarganya juga memberikan izin masuk mobil yang mereka tumpangi tanpa mengecek suhu badan terlebih dahulu.

Baca juga: Pengamanan Beijing diperketat pascapelarian pasien corona dari Wuhan

Baca juga: Heboh, pasien COVID-19 melarikan diri dari Wuhan


“Sehingga Huang dan beberapa keluarganya bisa langsung menuju tempat parkir,” tambah Xiao.

Selain itu, operator telepon CDC Beijing juga menjawab tidak ada pembatasan kendaraan di jalan raya Beijing selama dinyatakan lolos dari Wuhan atas pertanyaan keluarga Huang.

Seorang petugas bantuan kepolisian terkena sanksi pemecatan, sedangkan wakil kepala pos kepolisian jalan raya di perbatasan dimutasi.

Kantor Kecamatan Chongwai juga dimintai pertanggungjawaban atas kasus yang menghebohkan jagat media dan media sosial di China itu seperti diberitakan media resmi setempat.

Seperti diberitakan Antara sebelumnya, Huang yang berusia 22 tahun dinyatakan positif COVID-19 saat masih dalam tahanan di Wuhan. Begitu bebas dari tahanan, Huang dijemput keluarganya untuk dibawa pulang ke Beijing dengan menggunakan kendaraan pribadi yang menempuh perjalanan sekitar 1.300 kilometer dari Wuhan.

Sebagai perbandingan, pemerintah China tidak mengizinkan seorang wartawati the Wall Street Journal meninggalkan Wuhan dengan alasan kemanusiaan, meskipun identitas pers dan visanya telah dicabut atas pemberitaan negatif tentang wabah corona.

Baca juga: Bulog jamin beras aman, masyarakat diminta tidak panik

Baca juga: Dewi Aryani: Pemerintah perlu umumkan pemeriksaan Covid-19 gratis


Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ikan hias menjadi pilihan penghilang rasa bosan selama WFH

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar