Seperti ini cara perusahaan logistik cegah penularan corona

Seperti ini cara perusahaan logistik cegah penularan corona

COO Paxel, Zaldy Ilham Masita (paling kanan). ANTARA/HO-Paxel.

Melalui sistem pengiriman estafet dari kurir ke loker, bukan lagi kurir ke konsumen
Jakarta (ANTARA) - Model logistik pintar yang memanfaatkan IoT (Internet of Things) karena mengurangi kontak face-to-face dalam mengantar atau menjemput barang jadi pilihan perusahaan ekspedisi dan logistik Paxel untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

COO Paxel Zaldy Ilham Masita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, menjelaskan perusahaan pengantaran antarkota di hari yang sama (sameday delivery) itu telah menggunakan teknologi "smart locker".

"Melalui sistem pengiriman estafet dari kurir ke loker, bukan lagi kurir ke konsumen, dapat membantu mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui kontak fisik. Model bisnis kami telah siap untuk antisipasi bencana di industri logistik," katanya.

Oleh karena itu, Zaldy juga mengajak semakin banyak perumahan, apartemen, gedung perkantoran dan tempat-tempat publik lain agar menyediakan tempat pemasangan "smart locker" sebagai fasilitas untuk membuat biaya logistik lebih murah dan aman.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) itu menuturkan masuknya virus corona di Indonesia telah menciptakan kekhawatiran di sektor logistik Tanah Air.

Baca juga: Pasar logistik pengiriman paket di Indonesia akan berkembang pesat

Apalagi, selama ini kebanyakan perusahaan logistik menerapkan cara konvensional menggunakan "sorting centre" (pusat sortir) besar yang melibatkan banyak orang di dalamnya sehingga risiko penularan virus corona lewat kontak fisik, lebih tinggi.

Dilihat dari pengalaman di sumber virus corona, di Wuhan, China, pengiriman online melonjak karena toko fisik tutup dan tidak dapat beroperasi.

Proses pengiriman barang di Wuhan juga terbantu karena pengiriman e-commerce 80 persen sudah menggunakan loker.

Zaldy menambahkan minimnya penularan virus melalui logistik, juga sejalan dengan pernyataan Kementerian Kesehatan bahwa virus tidak dapat menular melalui benda mati.

Baca juga: Kini bisa kirim barang Jawa-Bali dalam sehari dengan tarif flat

Paxel (PT Paxel Algorita Unggul) adalah startup logistik berbasis teknologi asal Indonesia yang mampu menghadirkan layanan sameday delivery antarkota antarprovinsi dengan ongkos kirim flat (sama).

Hingga akhir 2019, pengguna aplikasi Paxel sudah melebihi 600.000 pengguna dengan jumlah paket sameday delivery yang berhasil dikirimkan sekitar 1,5 juta paket.

Layanan startup itu juga sudah menjangkau area Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Denpasar.

Baca juga: Perusahaan logistik Indonesia ini ekspansi ke Thailand
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perusahaan logistik butuh inovasi teknologi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar