Ridwan Kamil minta ulama dakwah tenangkan masyarakat hadapi COVID-19

Ridwan Kamil minta ulama dakwah tenangkan masyarakat hadapi COVID-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar Rapat Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020). (ANTARA/HO-Dok Humas Pemprov Jabar)

Kami juga meminta kepada ulama agar mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan ketaqwaan kita atas ujian ini. Jangan panik, ikuti arahan pemerintah
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil meminta para ulama di Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan dakwah yang menenangkan masyarakat dalam menghadapi wabah virus corona baru atau penyakit COVID-19 saat shalat Jumat atau dalam pengajian.

"Di sini hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat Rahmat Syafi'i, mohon kepada para ulama dan kiai agar mendakwahkan ketenangan terkait corona ini, baik di ceramah shalat Jumat atau pengajian-pengajian," kata Ridwan Kamil saat memimpin Rapat Pimpinan Tentang Penanganan Kebencanaan dan Pencegahan Virus COVID-19 di Gedung Sate, Bandung, Selasa.

Selain itu, Kang Emil juga meminta kepada ulama agar mengimbau masyarakat untuk selalu tabayyun atau meneliti terlebih dahulu kebenaran setiap informasi atau berita terkait virus corona baru.

Baca juga: Ridwan Kamil: Jawa Barat siaga satu virus corona

"Kami juga meminta kepada ulama agar mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan ketaqwaan kita atas ujian ini. Jangan panik, ikuti arahan pemerintah," kata dia.

Sebelumnya, Kang Emil bergerak cepat membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan serta Wali Kota Depok setelah dua warganya dinyatakan positif COVID-19. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Depok akan membuat crisis centre.

"Kota Depok akan membentuk COVID-19 Crisis Center dipimpin langsung oleh Pak Wali Kota," kata Kang Emil.

Kang Emil mengimbau kepada seluruh warga Jawa Barat untuk berinisiatif memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat apabila muncul gejala-gejala COVID-19, seperti demam tinggi, batuk, dan gangguan pernapasan.

Baca juga: Kemkes lacak 50-an orang yang hadir di pesta dansa antisipasi COVID-19

"Melapor itu ketika ada gejala. Tidak ada gejala, karena virus ini berkaitan dengan imunitas, saya kira lakukan kegiatan seperti biasa. Kecuali ada gejala, berinisiatif-lah ke rumah sakit terdekat. Termasuk RSUD. Atau melihat teman dan tetangga memiliki gejala itu tolong diimbau juga," katanya.

Ada sejumlah rumah sakit rujukan di Jawa Barat untuk menangani COVID-19, seperti Rumah Sakit Umum Dr Hasan Sadikin di Kota Bandung, Rumah Sakit Umum R Syamsudin di Kota Sukabumi, Rumah Sakit Umum Dr Slamet di Kabupaten Garut, Rumah Sakit Umum Kabupaten Indramayu, Rumah Sakit Umum Gunung Jati di Kota Cirebon, Rumah Sakit Umum di Kabupaten Bandung, dan RSTP Dr H A Rotinsulu di Kota Bandung. 

Masyarakat dapat menghubungi hotline COVID-19 di nomor 08112093306 yang disediakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Polri imbau warga tidak berlebihan sikapi COVID-19
Baca juga: IGI minta sekolah optimalkan fungsi unit kesehatan sekolah

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Jabar tinjau kesiapan PT KAI hadapi AKB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar