Khawatir corona, Tajikistan minta warganya shalat di rumah

Khawatir corona, Tajikistan minta warganya shalat di rumah

Ilustrasi - Bahaya virus corona yang mematikan. ANTARA/Shutterstock/am.

Dushanbe (ANTARA) - Pemerintah Tajikistan yang mayoritas Muslim pada Rabu meminta warganya agar tidak shalat Jumat di masjid guna mencegah penyebaran virus corona, meski negara Asia Tengah itu tidak melaporkan kasus apa pun hingga kini.

Juru bicara komisi urusan agama menuliskan di akun Facebook bahwa tidak ada larangan langsung untuk datang ke masjid, namun langkah seperti itu telah dirundingkan setelah sejumlah imam masjid memintanya.

Negara dengan 9 juta orang, yang berbatasan dengan China dan Afghanistan itu telah menutup perbatasan mereka bagi warga negara dari kedua negara tetangga, serta mereka yang datang dari Korea Selatan, Iran dan juga Italia.

Di berbagai negara virus yang dinamai COVID-19 ini mengakibatkan pembatalan kegiatan yang melibatkan ribuan orang berkumpul dalam satu ruangan tertutup seperti pameran buku. Prancis membatalkan Pameran Buku Paris tahunan yang menurut jadwal akan  diadakan pada Maret 2020 ini. Berbagai pertandingan sepak bola di Italia juga ditangguhkan akibat corona.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keadaan darurat kesehatan global karena virus yang diyakini muncul pertama kali di Wuhan, Hubei, China itu.

,Baca juga: Cemaskan wabah corona, NBA tunda peluncuran perdana liga basket Afrika 
Baca juga: Maskapai di Inggris batalkan ratusan penerbangan akibat wabah Corona

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Berkunjung ke Bendungan Norak, yang terbesar di Tajikistan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar