Gerakan CSR Dicanangkan Secara Nasional

Jakarta (ANTARA News) - Gerakan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan dicanangkan dan dinyatakan berlaku secara nasional.

"Bagi kami muaranya adalah kesetiakawanan sosial. Untuk itu pada kesempatan ini saya mengajak seluruh undangan bergabung dalam Gerakan Nasional CSR yang akan saya canangkan hari ini," kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Senin.

Pihaknya meresmikan kegiatan Pencanangan Gerakan Nasional CSR bersamaan dengan penganugerahan Indonesia CSR Awards 2008.

Sejumlah perusahaan mendapatkan penghargaan tersebut atas praktik terbaik tanggung jawab sosialnya sepanjang 2008.

"Saya yakin kinerja sosial uang ada di masing-masing perusahaan saat ini bukan hanya karena peraturan pemerintah, tetapi karena sudah menjadikan etika sosial sebagai bagian dari kinerja perusahaan," katanya.

Ia berharap, kegiatan-kegiatan CSR ke depan lebih fokus pada usaha-usaha kesejahteraan sosial dalam kaitan penyelesaian masalah sosial terutama di lingkungan perusahaan.

Sebanyak 16 perusahaan mendapatkan penghargaan CSR Awards 2008 di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri Indonesia Tbk., PT Adaro Indonesia, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk., dan PT Indominco Mandiri.

Selain itu PT Berau Coal, PT Kaltim Prima Coal, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Bakrieland Development Tbk., PT HM Sampoerna Tbk., PT Arutmin Indonesia, dan PT Jababeka Infrastruktur.

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan acara CSR Best Practise Expo & Conference.

Ketua Umum Corporate Forum For Community Development (CFCD), Thendri Supriatno, mengatakan, CSR merupakan konsep manajemen yang masih terus berkembang.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika pemahaman CSR juga masih beragam. Banyak perusahaan menganggap CSR sebagai kegiatan charity atau phylanthropy, sebagian lainnya masih menganggap sebagai community development semata.

Sebagian perusahaan bahkan masih menggabungkan CSR dengan kegiatan public relations. Akibatnya fungsi organisasi pelaksana CSR di perusahaan masih banyak yang ditempatkan pada posisi terpinggirkan dan kurang memiliki otoritas.

Menurut dia, dukungan yang diberikan manajemen puncak masih rendah karena CSR masih belum dipahami sebagai bagian integral dalam menjalankan usaha.

"Kita bermimpi, bagaimana korporat di Indonesia dapat lebih berperan dalam pembangunan bangsa," katanya. (*)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar