Pemerintah: produksi minyak 1 juta barel per hari butuh program masif

Pemerintah: produksi minyak 1 juta barel per hari butuh program masif

Menteri ESDM Arifin Tasrif seusai menghadiri Rapat Terbatas dengan topik Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional dan Penataan Ekosistem Program Ketenagalistrikan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu. (Rangga Pandu Asmara Jingga)

pada 2030, produksi minyak bumi nasional diharapkan bisa mencapai 1 juta barel per hari.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa untuk mencapai target produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari dalam kurun waktu 10 tahun ke depan dibutuhkan program-program yang masif.

"Kami harus memiliki program yang masif dan mengoptimalkan sumber yang ada. Mudah-mudahan kami bisa kembalikan dari 700.000 barel per hari ke 1 juta dalam 10 tahun," kata Arifin seusai menghadiri Rapat Terbatas Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional di Istana Kepresidenan, Jalarta, Rabu.

Arifin mengatakan pada 2030, produksi minyak bumi nasional diharapkan bisa mencapai 1 juta barel per hari.

Baca juga: Presiden gelar rapat terbatas bahas minyak bumi dan ketenagalistrikan

Terkait peluang pencapaian produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2025, Arifin menilai hal tersebut tidak mudah, lantaran ada sarana-sarana infrastruktur yang harus dibangun dan disiapkan.

"Tapi apa yang bisa kami lakukan ya kami lakukan sekarang. Contohnya reaktivasi sumur-sumur yang ditinggalkan, kemudian pemanfaatan teknologi baru untuk peningkatan produksi," jelas dia.

Dia menyampaikan saat ini juga dilakukan eksplorasi sumur baru yang potensial. Eksplorasi itu membutuhkan waktu panjang.

"Kita ada 10 daerah yang sudah mempunyai investor untuk eksplorasi dan ini akan kami percepat. Kita punya 100 lebih cekungan dan baru dimanfaatkan separuhnya, jadi kita masih memiliki potensi besar, mudah-mudahan masih ada discovery yang besar-besar," ujar dia.

Baca juga: Target produksi minyak satu juta barel per hari diyakini tercapai

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini alasan pemerintah akan hapus premium, pertalite dan solar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar