Penyebaran baru COVID-19 di luar China tembus 2.103

Penyebaran baru COVID-19 di luar China tembus 2.103

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedrod Adhanom Ghebreyesus. REUTERS/Denis Balibouse/djo/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Penyebaran baru COVID-19 di 76 negara di luar China per tanggal 4 Maret 2020 mencapai 2.103 kasus per hari di mana kasus di China semakin menurun ke angka terendahnya yaitu 120 kasus per hari.

Berdasarkan laporan situasi harian yang dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jakarta, Kamis, total kasus secara global telah mencapai 93.090 dengan 2.223 kasus baru.

Sedangkan di China kasus COVID-19 mencapai 80.422 dan menyebabkan 2.984 kematian (38 kasus baru). Sementara di luar Negara Tirai Bambu sebanyak 12.668 kasus terjadi di 76 negara dengan 214 total kematian dan 48 kasus kematian baru.

Baca juga: Arab Saudi tangguhkan pelayanan umrah untuk cegah penyebaran corona
Baca juga: Perlukah orang sehat pakai masker demi cegah corona?


Sebanyak empat negara melaporkan kasus COVID-19 pertamanya yaitu Argentina, Chili, Polandia dan Ukraina.

Korea Selatan, Italia, dan Iran masih menjadi episentrum virus COVID-19 di luar China. Korea Selatan masih menjadi negara dengan kasus terbanyak di luar China dengan total 5.328 kasus.

Sementara kasus baru per hari di Iran kini menjadi yang terbanyak di dunia mencapai 835 kasus per harinya. Selain itu kasus COVID-19 di Amerika Serikat juga telah tembus angka 108 kasus.

Untuk kawasan Pasifik Barat kasus terbanyak terjadi di Korea Selatan (5.328) dengan 516 kasus baru, Jepang (284) dengan 16 kasus baru, Singapura (110), Malaysia (50) bertambah dua, Australia (43), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1), Selandia Baru (2). Untuk wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan, tercatat Thailand (43), India (6), Indonesia (2), Nepal (1), Sri Lanka (1).

Baca juga: Microsoft minta staf di Seattle bekerja dari rumah, cegah corona
Baca juga: Mendagri keluarkan radiogram ke kepala daerah terkait virus Corona


Penyebaran di Benua Amerika terjadi di Amerika Serikat (108) bertambah 44, Kanada (30) , Ekuador (7), Meksiko (5), Brasil (2), Argentina (1), Chili (1), Republik Dominika (1).

Wilayah Eropa paling banyak terkena COVID-19 ada di Italia (2.502) bertambah 466 kasus. Sedangkan untuk  Prancis (212), Jerman (196), Spanyol (151), Inggris (51), Swiss (37), Norwegia (32), Belanda (28), Austria (24), Swedia (24), Islandia (16), Israel (12), Kroasia (9), Belgia (8), Denmark (8), San Marino (8), Finlandia (7), Yunani (7), Ceko (5), Rumania (4), Azerbaijan (3), Georgia (3), Rusia (3), Irlandia (2), Portugal (2), dan masing-masing satu kasus di Andorra, Armenia, Belarusia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Monaco, Makedonia Utara, Polandia, Ukraina.

Untuk wilayah Timur Tengah paling banyak dilaporkan terjadi di Iran (2.336) dengan penambahan 835 kasus baru, Kuwait (56), Bahrain (49), Irak (31), Uni Emirat Arab (27), Lebanon (13), Oman (12), Qatar (8), Pakistan (5), Mesir (2), Afghanistan (1), Jordan (1), Maroko (1), Arab Saudi (1), dan Tunisia (1). Untuk wilayah Afrika adalah Aljazair (5), Nigeria (1), dan Senegal (1).

Kasus COVID-19 yang berasal dari Kapal Diamond Princess saat ini mencapai 706 kasus dan dirawat di rumah sakit di Jepang.

Baca juga: Corona menyebar ke wilayah barat Shiga, Jepang, jelang Olimpiade Tokyo
Baca juga: Arab Saudi laporkan kasus kedua corona, warga yang tiba dari Iran

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Membiasakan normal baru dari lingkup keluarga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar