KBRI Roma buka posko dan keluarkan imbauan terkait COVID-19 di Italia

KBRI Roma buka posko dan keluarkan imbauan terkait COVID-19 di Italia

Sejumlah turis berkunjung ke Colosseun di Roma, Italia, Senin (2/3/2020). Industri pariwisata Italia telah terdampak merebaknya virus corona di negara tersebut, di mana sejumlah hotel melaporkan adanya pembatalan pemesanan akomodasi bahkan di kota-kota yang tidak terdapat kasus positif virus corona. ANTARA FOTO/REUTERS/Remo Casilli/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma telah membuka Posko Logistik Penanganan COVID-19 dan kembali mengeluarkan peringatan bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Italia, usai pemerintah setempat memutuskan untuk menutup seluruh sekolah dan kampus mulai 5 hingga 15 Maret, terkait penyebaran virus corona.

Dalam pernyataan tertulis KBRI Roma yang diterima di Jakarta, Kamis, Posko Logistik Penanganan COVID-19 itu dibuka di KBRI Roma dengan nomor hotline +393389234243. Para petugas posko terus melakukan komunikasi dan koordinasi berkala dengan perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan WNI di Italia.

Wilayah-wilayah di Italia yang memiliki konsentrasi WNI cukup besar mencakup Milan, Padova, Venezia, Roma, Firenze, dan Trieste. Sejauh ini belum ada laporan terkait dugaan WNI yang terinfeksi virus corona di negara tersebut.

KBRI Roma pun kembali mengeluarkan himbauan bagi WNI di Italia untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri termasuk dengan membersihkan tangan, menggunakan masker, dan menghindari kontak dekat dengan penderita demam dan batuk.

"WNI juga dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah yang telah ditetapkan Pemerintah Italia sebagai 'zona merah'," demikian pernyataan KBRI Roma.

Area-area yang telah ditetapkan sebagai zona merah termasuk Bertonico, Casalpusterlengo, Castelgerundo, Castiglione D'Adda, Codogno, Fombio, Maleo, San Fiorano, Somaglia, Terranova dei Passerini, dan Vo' Euganeo.

Terkait lima orang WNI yang terdata berada di wilayah Lombardy, berdasarkan pemutakhiran data terakhir, satu orang laki-laki dan dua perempuan WNI telah pindah ke kota Turin dan Milan, sementara dua WNI lain telah kembali ke Indonesia usai menyelesaikan studi. Dengan demikian, tidak ada lagi WNI yang masih berada di 11 kota dan wilayah zona merah. KBRI mengimbau WNI untuk melakukan pemutakhiran data secara daring melalui http://www.tiny.cc/KBRIRoma.

KBRI Roma melaporkan bahwa WNI yang tinggal di zona kuning maupun zona hijau masih menjalani aktivitas sehari-hari secara aman dan relatif normal, meski terdapat beberapa kebijakan pencegahan penyebaran COVID-19 seperti penutupan sekolah, penundaan pertandingan olah raga, konser musik, karnaval, festival, dan lain-lain.

Data Kementerian Kesehatan Italia melaporkan hingga pukul 18:00 waktu setempat pada 4 Maret lalu, terdapat sebanyak 3.089 kasus virus corona di Italia. 2.706 orang dikonfirmasi positif terjangkit, 276 orang telah dinyatakan sembuh, sementara 107 orang meninggal dunia akibat COVID-19.

Berikut sejumlah nomor hotline​​​​​​​ yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat yang disediakan oleh KBRI Roma:
1. Kementerian Kesehatan Italia: 1500
2. KBRI Roma: +390105319436
3. Konhor RI Genoa: +390105319436
4. Konhor RI Napoli: +393497632499
5. Konhor RI Firenze: +39055582580
6. Posko Penanganan COVID-19: +393389234243​​​​​​

Baca juga: KBRI Roma imbau WNI tidak kunjungi sejumlah wilayah di utara Italia
Baca juga: KBRI di Roma minta WNI di Italia waspada

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres ungkap orang Italia produksi film tentang Islam di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar