Sepak Bola Nasional

PSSI seleksi tiga pelatih untuk timnas putri

PSSI seleksi tiga pelatih untuk timnas putri

Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri memberikan keterangan kepada pewarta soal penunjukannya sebagai direktur teknik PSSI di Jakarta, Senin (24/2/2020). (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyeleksi tiga pelatih yaitu John Arwandi, Satia Bagdja dan Jan Saragih untuk menangani tim nasional putri Indonesia.

Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Kamis, para pelatih tersebut dipanggil ke Kantor PSSI di Jakarta dan diberikan kesempatan untuk memaparkan program-programnya selama sekitar satu jam di depan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri yang didampingi Danurwindo.

“Proses perekrutan pelatih terbuka dan transparan. Para calon harus menyiapkan dan mempresentasikan rencana programnya,” kata Indra.

Indra Sjafri menyebut, PSSI mensyaratkan juru taktik timnas putri memiliki lisensi pelatih minimal A AFC dan berpengalaman dalam melatih tim sepak bola.

PSSI, lanjut pria asal Sumatera Barat itu, ingin mencari pelatih timnas putri senior, U-15 dan U-18.

Tiga pelatih yang tengah diseleksi PSSI untuk timnas putri merupakan sosok-sosok yang sudah merasakan asam garam sepak bola Indonesia.

John Arwandi, pada tahun 2019, merupakan pelatih tim putri Persija di Liga 1 Putri. Namun, jejak kepelatihannya sudah ditanamkan sejak tahun 2007 ketika dia masuk dalam staf kepelatihan Semen padang.

Pria berusia 56 tahun pernah menjadi pelatih kepala Bogor Raya FC yang bermain di Liga Primer Indonesia pada tahun 2011.

Jan Saragih datang dengan sejarah karier sebagai pelatih klub Perseru Badak Lampung, ketika itu masih bernama Badak Lampung, pada tahun 2019.

Belum berusia 40 tahun, Jan menjadi kandidat pelatih timnas putri termuda dibandingkan dua lainnya. Meski demikian, dia sarat pengalaman dengan pernah menjadi asisten pelatih Persija Jakarta dan menangani tim muda Persija.

Terakhir, Satia Bagdja, adalah pelatih timnas putri Indonesia di Asian Games 2018.

Satia Bagdja merupakan matan pelatih Tim Nasional Putri pada gelaran Asian Games lalu. Dibanding John dan Jan, Satia Bagdja memiliki karier lebih panjang di dunia sepak bola.

Satia sudah menjadi asisten Persija Jakarta pada tahun 1989 dan telah mengantongi lisensi A AFC sejak tahun 2000. Pria yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta itu lama dikenal sebagai asisten Rahmad Darmawan di sejumlah klub Indonesia dan luar negeri. Rahmad saat ini bekerja sebagai juru taktik Madura United mulai musim 2020.

Terakhir kali Satia membantu Rahmad Darmawan di staf kepelatihan adalah ketika mereka menangani klub Malaysia, T-Team.

Pada tahun 2020, timnas putri Indonesia akan berpartisipasi di Piala AFF Putri dan pertandingan persahabatan FIFA.

PSSI menargetkan timnas putri lolos dari babak penyisihan Piala AFF dan pada akhir tahun 2020 bertengger di posisi 50 FIFA.

Timnas U-16 dan U-19 putri akan berlaga di Piala AFF U-16 dan U-19. Di sini, PSSI ingin timans mencatatkan hasil positif.

Baca juga: Timnas sepak bola putri tersingkir dari SEA Games 2019

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Telan dua kali kalah, Timnas Sepakbola Putri Indonesia tersingkir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar