Kurangi truk "obesitas", Kemenhub lelang Roro sebagai alternatif moda

Kurangi truk "obesitas", Kemenhub lelang Roro sebagai alternatif moda

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi usai memberikan sambutannya pada Seminar dan Musyawarah Nasional Asosiasi Perusahaan Truk Indonesia (Aptrindo) di Jakarta, Kamis.  (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

Kita mendukung sekali moda lain untuk bisa ambil bagian, karena truk ini terlalu banyak
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan mengadakan lelang kapal Roro sebagai alternatif angkutan barang dalam mengurangi truk obesitas atau kelebihan muatan dan dimensi (overload overdimensi/Odol).

“Saya sudah ada kapal dari Jakarta dan Surabaya, mau kita lelangkan, cuma harganya belum ketemu,”kata  Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi usai memberikan sambutannya pada Seminar dan Musyawarah Nasional Asosiasi Perusahaan Truk Indonesia (Aptrindo) di Jakarta, Kamis.

Budi mengatakan tarif di Pelabuhan Tanjung Priok masih tinggi, sehingga pihaknya masih mencari harga yang pas untuk bisa ditenderkan pada calon peminat.

“Di Pelabuhan Tanjung Priok, charge-nya masih besar,” katanya.

Pengangkutan barang, lanjut dia, akan menggunakan ferry jarak jauh (long distance ferry) dari Jakarta ke Surabaya.

Budi mengaku optimistis bahwa pihaknya bisa mempersiapkan salah satu alternatif moda angkutan barang tersebut sebelum diterapkannya bebas angkutan kelebihan muatan pada 1 Januari 2023.

“Sudah cukup kesiapan infrastrukturnya untuk di 2023,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengaku pihaknya mendukung adanya alternatif angkutan selain truk dalam mengangkut barang, terutama untuk memberantas kelebihan muatan dan dimensi.

“Kita mendukung sekali moda lain untuk bisa ambil bagian, karena truk ini terlalu banyak,” katanya.

Gemilang menyebutkan jumlah truk yang ada di seluruh Indonesia, yakni tujuh juta.

Ia mengatakan dengan adanya moda lain, bukan berarti truk kehilangan pasar, justru muatan yang lebih tersebut bisa dialihkan ke moda lain, seperti kapal roro ataupun kereta barang.

“Tentunya enggak, kalau sekarang diangkut 50 truk tetap 50 truk tapi muatan dikurangi separuh, masuk ke moda lain,” katanya.

Selain itu, dengan adanya angkutan barang alternatif, Gemilang berharap biaya logistik bisa semakin ditekan yang saat ini masih 25 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Kita harapkan itu semua hidup, supaya logistik kita murah. Kita enggak perlu memaksakan muatan truk itu berlebihan. Biarlah masukan, jalannya lancar terutama harus lebih murah,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan alternatif moda untuk pengangkutan barang selain truk, yakni kereta api dan kapal roro.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Muhammad Khayam juga mendukung adanya pengalihan pengangkutan barang ke moda kereta api, selain lebih efektif untuk jarak jauh juga sangat menguntungkan bagi bisnis perkeretaapian.



Baca juga: KAI dukung pembatasan truk ODOL melalui angkutan barang dengan kereta api
Baca juga: Kemenub siapkan preventif-represif berantas angkutan kelebihan muatan
Baca juga: Kemenhub tegaskan Indonesia bebas angkutan kelebihan muatan pada 2022


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Volume angkutan kargo barang yang diprediksi meningkat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar