RNI hentikan ekspor masker untuk CSR ke luar negeri, ini alasannya

RNI hentikan ekspor masker untuk CSR ke luar negeri, ini alasannya

Dokumentasi - Seorang warga bersiap masuk ke dalam apotik yang memasang tulisan "masker kosong". ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama.

Kita melayani CSR dan permintaan ekspor, tidak boleh lagi ekspor dan terakhir untuk CSR BNI bagi TKI di Hong Kong, setelah itu kita tidak boleh lagi
Jakarta (ANTARA) - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan menghentikan ekspor masker untuk kebutuhan Corporate Social Responsibility (CSR) ke luar negeri mengingat stok bahan baku untuk produksi masker kosong.

"Kita melayani CSR dan permintaan ekspor, tidak boleh lagi ekspor dan terakhir untuk CSR BNI bagi TKI di Hong Kong, setelah itu kita tidak boleh lagi, kebutuhan masker hanya untuk Kimia Farma," ujar Direktur RNI (Persero) Eko Taufik Wibowo di Jakarta, Jumat.

Eko mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum memproduksi masker. RNI berencana memproduksi masker untuk jemaah haji Bulan Maret ini sekitar 5-7 juta masker.

Namun ada kasus di mana bahan baku tidak bisa keluar karena stok bahan baku dari China kosong. Puluhan ribu masker yang ada di RNI saat ini merupakan stok lama.

Baca juga: Erick Thohir: RI akan beli bahan baku masker dari Eropa, ini sebabnya

"Sekarang tinggal 50 ribu, belum sempat produksi karena tidak ada bahan baku dari China mengingat sejak Januari sudah tidak boleh keluar bahan baku di sana. Stok yang ada kosong," kata Dirut RNI itu.

Terkait upaya pengadaan bahan baku masker yang diimpor dari Eropa, Eko menyampaikan bahwa saat ini belum ada respons dari produsen Eropa.

"Ada bahan baku dari Eropa, tapi belum ada jawaban. Responsnya nanti-nanti terus. Risikonya lebih mahal, komitmen belum detil," katanya.

Baca juga: RNI tunggu impor bahan baku dari Prancis, produksi 1 juta masker Maret

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar