PP IPTEK-TMII intensif cegah virus menular pada 577 alat peraga

PP IPTEK-TMII intensif cegah virus menular pada 577 alat peraga

Pemandu pengunjung PP-IPTEK, TMII, Nur Fajrianti memperlihatkan salah satu dari 577 alat peraga sains yang digunakan sebagai edukasi bagi pengunjung yang ingin belajar tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)

Hari ini adalah gongnya, kita sebar hand sanitizer
Jakarta (ANTARA) - Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Riset dan Teknologi​​​​​​ (PP IPTEK Kemenristek) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengintensifkan upaya pencegahan virus menular dari 577 alat peraga.

"Hari ini adalah gongnya, kita sebar hand sanitizer (cairan pembersih tangan), semua alat di sini harus disentuh, alat peraga yang harus didemokan," kata Direktur PP IPTEK Kemenristek Mochammad Syachrial Annas di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Syachrial saat menggelar sosialisasi kesiapsiagaan dan pencegahan penularan virus Corona, di gedung PP IPTEK Kemenristek  TMII, Jakarta Timur, Jumat siang.

Pihaknya mencatat satu alat peraga biasanya disentuh rata-rata seribu pengunjung wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pada saat hari kerja, terdapat 10 sampai 20 rombongan pengunjung dari kalangan akademisi hingga taman kanak-kanak maupun keluarga.

Baca juga: Pemprov DKI luncurkan situs Corona

Pada saat hari libur, jumlah pengunjung tercatat bisa mencapai 20 ribu orang.

Terkait dengan mewabahnya virus Corona (Covid-19), pihaknya telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dari Kementerian Kesehatan dan instansi berwenang.

Salah satunya dengan memfasilitasi 25 titik hand sanitizer di area wahana, mulai dari pintu masuk hingga alat peraga.
​​​​​​
Pemandu pengunjung PP-IPTEK Kemenristek, TMII, Nur Fajrianti memperlihatkan salah satu dari 25 fasilitas hand sanitizer yang dipasang untuk pengunjung, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)


"Selain itu kita juga merawat alat peraga agar tetap higienis dan aman bagi pengguna. Kita tidak tahu yang namanya anak-anak bisa saja rawan," ujar Syachrial.

Pihaknya juga sedang mengupayakan pengadaan alat pendeteksi suhu tubuh untuk mencegah wabah Corona.

Baca juga: Anies undang pimpinan 190 RS se-Jakarta koordinasi Corona

"Bila nanti ada pengunjung atau pegawai dengan suhu tubuh yang tidak wajar, kita sudah ada klinik yang siap untuk merawat, minimal kita batasi ruang geraknya agar tidak mempengaruhi pengunjung lain," ujar Syachrial 
yang juga menjabat Kepala Asosiasi Science Center Indonesia itu.

Sebagai lembaga pemerintah yang bergerak dalam pembudayaan Iptek kepada masyarakat, PP IPTEK menggelar sosialisasi virus Corona bertemakan "Sosialisasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Penularan Coronavirus Disease (Covid-19)".

"Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kita aja terhadap berkembangnya wabah Covid-19 di Indonesia. Sehingga kita menggelar sosialisasi ini di area publik," ujar salah satu karyawan PP IPTEK, Delia.
Kegiatan sosialisasi Corona di PP-IPTEK TMII. (ANTARA/Andi Firdaus)


Dalam sosialisasi ini, PP IPTEK menghadirkan narasumber dari Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi RS UKI/OMNI Pulomas/RS Hermina, Frans Abednego Barus.

Baca juga: DKI imbau angkutan umum lakukan pencegahan Corona

Pemaparan yang disampaikan pun dilakukan dua arah diselingi diskusi dan diakhiri dengan gerakan mencuci tangan yang baik dan benar.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

COVID-19 DKI terkini, pasien sembuh bertambah menjadi 8.036 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar