Gubernur: Jangan ada konflik manusia dengan binatang dilindungi

Gubernur: Jangan ada konflik manusia dengan binatang dilindungi

Ilustrasi pengumuman agar warga lebih waspada mengingat kawanan gajah berada di kawasan perladangan warga. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan, jangan sampai terjadi lagi konflik manusia dengan binatang dilindungi di provinsi tersebut.

Seperti halnya konflik manusia dengan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) beberapa waktu lalu di wilayah Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat serta Kabupaten Muara Enim, kata gubernur usai meninjau lokasi amukan gajah sumatera (Elephas maximus) liar masuk kepemukiman di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat.

Bahkan, lanjut dia, sekarang ini gajah yang menyerang sehingga menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Operasi bersihkan jerat di jalur perlintasan gajah digelar Balai TNTN

Harimau sumatera dan gajah sumatera merupakan binatang liar yang berkelana dalam teritorial tertentu, bahkan gajah yang merupakan binatang dengan pola hidup berkelompok dengan strata tertentu memiliki jalur pengelanaan yang sudah terpola. Jika wilayah pengembaraannya diubah atau diganggu, gajah bisa memberi reaksi negatif.

Sedangkan harimau sumatera bersifat sebaliknya, dia berkelana secara soliter dengan wilayah habitat yang luas. 

Jadi pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut dan menimbulkan korban jiwa. Deru juga tidak ingin masyarakat terprovokasi melakukan aksi balasan terhadap binatang yang dilindungi tersebut.

Baca juga: Petinggi Sumsel tinjau desa lokasi gajah ngamuk

“Tidak boleh lagi ada hewan buas yang mengganggu kehidupan manusia di lingkungannya. Tetapi di sisi lain hewan-hewan ini dilindungi dan harus kita jaga sebagai salah satu ciri khas flora dan fauna di Indonesia”, ujar dia.

Ia mengajak seluruh yang hadir di TKP untuk mengirimkan do’a kepada Sersan Kepala Anumerta Iskandar Zulkarnain dengan membaca Surat Al-Fatehah dan mendo’akan agar warga yang luka-luka yang saat ini dirawat di rumah sakit agar cepat diberikan kesembuhan.

Sementara itu Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Irwan, berpesan kepada para Babinsa agar selalu menjaga faktor keamanan dan keselamatan pada saat setiap melaksanakan tugas.

Baca juga: BKSDA Sumsel usulkan pembentukan tim penanganan konflik satwa-manusia

“Kalau ada gajah yang masuk desa, jangan sampai terlalu dekat, kasih tahu rekan-rekan Babinsa yang lain dan juga masyarakat”, ujarnya.

Sebagaimana sebelumnya Zulkarnain yang bertugas sebagai Babinsa di Desa Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, meninggal dunia karena diserang gajah liar yang masuk ke permukiman warga.

Almarhum yang mendapat laporan warga ada gajah yang masuk kampung pun membantu warga menghalau hewan liar itu.

Baca juga: BKSDA Sumsel catat 23 kali manusia berkonflik dengan harimau

Namun naas saat gajah itu berbalik menyerang warga, korban terjatuh dan diinjak gajah. Zulkarnain gugur dalam tugas, saat menghalau seekor gajah yang masuk pemukiman warga di Dusun Belanti, Desa Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Dalam peninjauan ke lokasi kejadian itu, Deru dan Irwan juga didampingi Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Priyo Widyanto.

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov DKI siapkan sistem integrasi pembayaran transportasi massal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar