LMAN kelola aset Rp29,2 triliun hingga akhir 2019

LMAN kelola aset Rp29,2 triliun hingga akhir 2019

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari (kiri) dalam diskusi dengan media di Jakarta, Jumat (6/3/2020) ANTARA/Dokumentasi Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan

Kami akan terus perkuat angka finansial maupun manfaat dari aset-aset ini
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah mengelola aset senilai Rp29,2 triliun berupa properti sebesar Rp748 miliar serta kilang gas alam cair (LNG) di Bontang, Kaltim, dan Lhokseumawe, Aceh, senilai Rp28,5 triliun hingga akhir Desember 2019.

"Kami akan terus perkuat angka finansial maupun manfaat dari aset-aset ini," kata Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari dalam diskusi dengan media di Jakarta, Jumat.

Puspa mengatakan LMAN terus melakukan pembenahan aset dari gedung, apartemen, rumah toko (ruko), rumah maupun tanah sitaan yang sebelumnya terbengkalai dan proses hukumnya tidak jelas agar mempunyai nilai tambah dan menjadi aset kelolaan yang berkualitas tinggi.

"Kita terus melakukan free and clear dari tempat-tempat itu, kita selesaikan kalau tidak punya sertifikat, kita juga selesaikan kalau ada tunggakan atau tagihan air dan listrik, kita selesaikan satu persatu agar setelah itu statusnya meningkat," ujarnya.

Dari optimalisasi aset tersebut, LMAN telah menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 2019 senilai Rp720 miliar yang sebagian besar disumbangkan dari pengelolaan kilang di Bontang dan Lhokseumawe.

Puspa menambahkan strategi lanjutan yang dilakukan untuk optimalisasi aset agar bisa menghasilkan nilai tambah maupun manfaat besar bagi negara antara lain menggandeng kerja sama dengan pihak swasta.

"Kita mendayagunakan seluruh sumber daya dan kompetensi, serta mengedepankan sinergi dan kolaborasi dalam melakukan optimalisasi aset negara. Optimalisasi aset negara bukan hanya untuk finansial semata, melainkan juga manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat," katanya.

Dalam waktu dekat, LMAN akan melakukan kolaborasi dengan milenial dan swasta untuk pemanfaatan eks wisma Pertamina di Bandung sebagai co-working space bagi kegiatan ekonomi kreatif serta optimalisasi 68 hektare tanah lapangan golf Ciperna eks Pertamina di Cirebon, Jabar.

"Untuk tanah di Cirebon, itu berupa hamparan luas. Kami belum tahu ini mau dijadikan apa, tapi nanti bisa mendukung PNBP, dan juga ekonomi di Cirebon, apalagi akses ke Cirebon sudah bagus, ada jalan tol dan Bandara Kertajati," kata Puspa.

Selain itu, menurut dia, LMAN juga telah melakukan peningkatan nilai properti yang saat ini disewakan kepada pihak swasta sebagai kantor maupun dijadikan puskesmas setelah melalui proses renovasi serta pembenahan secara menyeluruh.

"Pemanfaatan aset ini juga melihat ekosistem di sekitar membutuhkan apa, kalau membutuhkan komersial, kita ke sana. Tapi kalau bukan, kita sesuaikan. Jadi, tidak hanya ruang kreatif, melainkan juga kantor perusahaan untuk mendukung kinerja manufaktur dan layanan kesehatan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: LMAN telah salurkan pembiayaan Rp48,4 triliun untuk pembebasan lahan
Baca juga: Wamenkeu minta swasta berkontribusi jaga aset negara
Baca juga: Menkeu: Aset negara harus dikelola produktif untuk kesejahteraan

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

LMAN tandatangani komitmen pembayaran dana talangan BUJT 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar