East Venturer biayai 170 startup di Asia Tenggara

East Venturer biayai 170 startup di Asia Tenggara

Partner East Ventures Melisa Irene memberikan pemaparan saat workshop Digital Competitiveness index 2020 di Makassar, Sabtu (7/3/2020). ANTARA/Muh Hasanuddin

perusahaan startup selama beberapa tahun terakhir ini terus bertumbuh dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Makassar (ANTARA) - Salah satu perusahaan modal dunia, East Venturer sudah membiayai 170 startup di Asia Tenggara dan 130 di antaranya ada di Indonesia.

Partner East Ventures Melisa Irene di Makassar, Sabtu, mengatakan perusahaan startup selama beberapa tahun terakhir ini terus bertumbuh dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

"Untuk saat-saat ini startup sudah bertumbuh dan berbeda saat 10 tahun lalu, di mana pada waktu itu sangat gersang, jaringan internet saja masih susah di Indonesia," ujarnya.

Ia mengungkapkan sejak hadir pada 2009, East Ventura mulai menanamkan investasi pada startup-startup Indonesia seperti Tokopedia dan Traveloka. 

Baca juga: PFN bakal bangun pusat kreatif inkubator start up bidang film

Dia mengakui penetrasi e-commerce selama dua tahun belum cukup bagus dan nanti setelah tiga tahun ke atas, respons masyarakat khususnya kaum milenial  mulai tinggi.

"Waktu awal-awal itu kondisinya sangat gersang. Pendiri Tokopedia saja waktu itu merancang startup melalui warnet dan sarana prasarana pada waktu itu belum cukup memadai. Nanti di tahun 2013, sudah mulai memperlihatkan penetrasinya," katanya.

Irene mengatakan penduduk Indonesia yang cukup besar yakni 250 juta dengan jumlah pemudanya sangat besar, membuat pihaknya sangat yakin pasar Indonesia sangat menjanjikan.

Bahkan pengguna internet yang sudah menembus angka 160 juta menjadikan pasar Indonesia sebagai primadona. Indonesia adalah salah satu perekonomian terbesar di dunia.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan perekonomian Indonesia adalah jumlah penduduk usia muda dan kelas ekonomi menengah.

Melisa Irene mengatakan, East Ventures bekerja bersama para pendiri startup membangun ekosistem digital Indonesia dari nol sejak hari-hari pertama.

"Melihat peluang sejak awal, East Ventures adalah pemodal ventura pertama yang berinvestasi di dua startup Indonesia yang kini telah berstatus unicorn yaitu Tokopedia dan Traveloka," kata dia.

Baca juga: Tokopedia gelar konferensi dukung pertumbuhan talenta digital

East Venture kemudian mengembangkan aktivitas investasinya dengan mendukung startup dari beragam industri seperti industri penunjang e-commerce Waresix (logistik), Xendit (pembayaran), Kudo (offline to online), Sirclo dan Shopback (pendukung e-commerce), dan Sociolla (new retail produk kecantikan).

Irene menjelaskan, portofolio lain East Ventures adalah startup yang menyediakan platform teknologi bagi UKM seperti Mekari (akuntansi, pajak, dan payroll), Moka (point of-sale), CoHive (co-working), new retail seperti Warung Pintar (FMCG) dan Fore Coffee (on-demand coffee chain), serta sektor transformasi digital seperti Advotics (analisis rantai pasok) dan Nodeflux (computer vision dan AI).

"Dana kelolaan East Ventures, yang terdiri dari early stage fund dan growth fund, kini telah tumbuh menjadi aset senilai 1,2 miliar dolar AS. Perusahaan turut berpartisipasi dalam 20 exit, termasuk  akuisisi Kudo oleh Grab, akuisisi Loket oleh Gojek, akuisisi Bridestory oleh Tokopedia," jelasnya.

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden instruksikan pembangunan pusat data nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar