KBRI Riyadh imbau WNI sementara tidak ke Mekkah, Madinah

KBRI Riyadh imbau WNI sementara tidak ke Mekkah, Madinah

Suasana Masjidil Haram yang sepi di Mekah, Arab Saudi, Kamis (5/3/2020). Pemerintah arab saudi menangguhkan sementara pelaksanaan ibadah umrah terkait merebaknya wabah virus corona. ANTARA FOTO/Reuters/Yasser Bakhsh/pras.

Hingga saat ini masih berlaku larangan sementara untuk tidak melakukan ibadah umrah bagi jemaah umrah dari seluruh negara, termasuk warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di luar dan di dalam kota Mekkah dan Madinah
Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh mengeluarkan imbauan agar warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi tidak melakukan perjalanan ke kota Mekkah dan Madinah untuk sementara.

Hal itu terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona jenis baru, COVID-19, seperti dimuat dalam pernyataan KBRI Riyadh yang diterima di Jakarta, Minggu.

“Hingga saat ini masih berlaku larangan sementara untuk tidak melakukan ibadah umrah bagi jemaah umrah dari seluruh negara, termasuk warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di luar dan di dalam kota Mekkah dan Madinah,” tulis KBRI Riyadh.

Otoritas Arab Saudi juga membatasi seluruh kedatangan pesawat dari Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain menjadi hanya melalui tiga bandara.

Ketiganya yakni, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Kebijakan itu diberlakukan mulai tanggal 7 Maret 2020, di mana pada hari yang sama, Kementerian Olahraga Arab Saudi melarang kehadiran penonton dalam setiap pertandingan olahraga.

Baca juga: Pengusaha travel Aceh berharap Arab Saudi segera izinkan ibadah umrah
Baca juga: Arab Saudi berlakukan larangan umrah hingga 13 Maret 2020


Sementara Raja Salman Abdulaziz juga mengeluarkan dekrit mengenai pembukaan kembali pelataran tawaf.

“Namun pembukaan pelataran tawaf ini bukan diperuntukkan bagi jemaah umrah, melainkan untuk tawaf-tawaf sunah yang bukan bagian dari tawaf ibadah umrah,” kata KBRI Riyadh.

Selain itu, KBRI juga mengingatkan kepada WNI agar berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan kembali informasi terkait COVID-19.

“...mengingat ancaman bagi penyebar hoaks di Arab Saudi sangat tinggi, yaitu denda tiga juta riyal Arab Saudi dan penjara lima tahun,” KBRI Riyadh menjelaskan.

Baca juga: KJRI Jeddah: belum ada putusan resmi soal jemaah tinggalkan Arab Saudi
Baca juga: Usai sterilisasi, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kembali dibuka

Pewarta: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KBRI Riyadh temukan WNI yang hilang selama 31 tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar