"Body shaming" potensial munculkan krisis percaya diri

"Body shaming" potensial munculkan krisis percaya diri

Pada 8 Maret 2020, bersamaan dengan Hari Perempuan Internasional, Ririe Bogar, influencer body positivity meluncurkan buku keduanya yang berjudul sama dengan gerakan yang ia inisiasi yakni, Komentar Fisik Gak Asik. (Istimewa)

“Body Shaming tidak pernah ada habisnya. Banyak kasus yang terjadi mulai dari anak kecil sampai orang dewasa yang tak Iuput dari pembullyan, baik di lingkungan terdekat maupun media sosial. Efeknya, yang terjadi adalah munculnya krisis percaya diri..
Jakarta (ANTARA) - “Body Shaming” atau tindakan mengejek seperti berkomentar negatif terhadap keadaan fisik atau tubuh seseorang, dinilai potensial menimbulkan dampak negatif berupa krisis percaya diri yang merugikan orang tersebut.

“Body Shaming tidak pernah ada habisnya. Banyak kasus yang terjadi mulai dari anak kecil sampai orang dewasa yang tak Iuput dari pembullyan, baik di lingkungan terdekat maupun media sosial. Efeknya, yang terjadi adalah munculnya krisis percaya diri,” kata Founder Komunitas Xtra-L Ririe Bogar di Jakarta, Senin.

Menurut Ririe yang juga seorang influencer body positivity itu, body shaming yaitu perundungan terhadap kondisi fisik seseorang juga akan menimbulkan kebencian yang berlebih terhadap diri sendiri karena dianggap tidak bisa manenuhi standar masyarakat.

Perempuan kata Ririe, sangat rentan menjadi korban perundungan secara fisik. Untuk itu ia mengajak perempuan untuk lebih mencintai dirinya sendiri.
Baca juga: Mawar de Jongh pernah mengalami "body shaming"

Terlebih, belakangan banyak bermunculan gerakan “self-Iove” yang dilakukan oleh “public figure” yang ditujukan untuk memotivasi orang-orang agar lebih percaya diri dan menerima diri apa adanya.

“Berawal dari pengalaman pribadi saya dan teman-teman yang sering mendapatkan komentar negatif tentang fisik, akhirnya tergerak untuk membuat hashtag #KFGA atau dari Komentar Fisik Gak Asik di Instagram pribadi saya (@ririebogar) dan @komentarfisikgakasi.id,” katanya.

Tak disangka ternyata gerakan tersebut mendapatkan lebih dari 11.000 respons dari pengguna sosial media dan internet atau netizen.

Pada 8 Maret 2020, bersamaan dengan Hari Perempuan Internasional, Ririe pun meluncurkan buku keduanya yang berjudul sama dengan gerakan yang ia inisiasi yakni "Komentar Fisik Gak Asik".
Baca juga: Sering jadi sasaran body shaming, ini tanggapan Danilla

“Buku ini merupakan rangkaian cerita dan kata-kata saya yang mengajak para perempuan khususnya untuk menerima, menyukuri, dan lebih mencintai diri sendiri, serta memotivasi para teman #KFGA (sebutan untuk orang-orang yang sering mendapatkan komentar fisik negatif) untuk melawan para pembully dan mengajak mereka untuk lebih berkomentar yang cerdas,” katanya.

Buku berjudul "Komentar Fisik Ngak Asik" karya Ririe Bogar mendapatkan dukungan di antaranya dari Terry Endropoetro (Travel Blogger dan Tarot Reader), Ariesta Wahyu (Jurnalis), Anita Hardiyanto (Business Woman), dan Yuri Gagarina (Business Woman).

Khusus untuk buku itu, Ririe juga berkolaborasi dengan salah satu Law Office untuk membantu para pembaca #KFGA yang mendapatkan perlakuan komentar negatif dan ingin mendapatkan konsultasi hukum secara gratis.

Buku Komentar Fisik Gak Asik tersedia melalui pre-order dan akan dijual di toko buku seluruh Indonesia mulai 17 Maret 2020.

Ririe Bogar juga akan melakukan roadshow #KFGA 6 kota, yaitu Jakarta, Medan, Makassar, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya.
Baca juga: Polisi: Penyelesaian penghinaan fisik didorong di luar pengadilan
Baca juga: Vicky Shu alami body shaming usai melahirkan


Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jurus jitu lawan body shaming di medsos ala Cast Imperfect

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar