Harga sawit di Sumatera Selatan Rp1.824 per kg

Harga sawit di Sumatera Selatan Rp1.824 per kg

Ilustrasi - Pekerja menimbang tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hasil panen di Desa Air Balui, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye

Harga TBS secara nasional pada Februari 2020 menurun dibandingkan Januari 2020
Palembang (ANTARA) - Harga tandan buah segar di Sumatera Selatan pada Februari 2020 senilai Rp1.824 per kilogram atau di atas rata-rata nasional Rp1.783 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Rudi Arpian di Palembang, Senin, mengatakan Sumsel berada dalam urutan ke-8 untuk harga TBS nasional.

“Meski di atas harga rata-rata nasional, namun harga TBS Sumsel masih di bawah Riau yang mencapai Rp1.898,65 per kg,” kata dia.

Ia melanjutkan sementara harga TBS tertinggi diterima petani yang ada di Sumatera Barat mencapai Rp2.192,30 per kg. Adapun harga terendah tercatat di Sulawesi Barat yang senilai Rp1.367,72 per kg.

Menurut Rudi, terdapat 16 provinsi yang menjadi daerah penghasil sawit di Tanah Air.

Berdasarkan rekap tersebut, harga TBS secara nasional pada Februari 2020 menurun dibandingkan Januari 2020 yang senilai Rp1.862,91 per kg.

Ia mengemukakan pemerintah berupaya untuk meningkatkan harga TBS petani sawit yakni salah satunya menambah keterlibatan perusahaan atau pabrik pengolahan kelapa sawit dalam penetapan harga.

“Tanggal 17 Maret nanti kami mengundang PKS (pabrik kelapa sawit) untuk mengikuti sosialisasi keikutsertaan dalam tim penetapan harga TBS Sumsel,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Selatan Alex Sugiarto mengatakan kenaikan harga sawit ini sudah diperkirakan karena penurunan yang sempat terjadi pada beberapa pekan sebelumnya hanya bersifat sementara.

Penurunan harga yang terjadi dinilai karena dipengaruhi sentimen negatif atas merebaknya virus corona.

Pada awal Februari diketahui terjadi penurunan harga tender kantor bersama komoditas sebesar 10 persen dari Rp9.400 per kilogram menjadi Rp8.400 per kilogram.

“Ini bersifat sementara, karena diakui saat ini perekonomian China sedang lumpuh akibat banyak kota diisolasi. Sementara di sisi lain, China menjadi tujuan ekspor terbesar negara-negara penghasil sawit,” kata dia.

Baca juga: Harga CPO di Jambi anjlok Rp451 per kilogram
Baca juga: Harga sawit Riau turun akibat merebaknya virus corana
Baca juga: Peremajaan sawit lambat, Sri Mulyani minta penyederhanaan prosedur

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden minta lahan tak hanya ditanami sawit & karet

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar