Selama 2019, Waskita Beton Precast capai kontrak baru Rp7,03 triliun

Selama 2019, Waskita Beton Precast capai kontrak baru Rp7,03 triliun

Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

Tahun 2019 menjadi awal WSBP memperluas pasar untuk mendapatkan peluang dari proyek eksternal
Jakarta (ANTARA) - Anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), mencatat perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp7,03 triliun sepanjang 2019.

Perolehan nilai kontrak baru itu didukung dengan perolehan kontrak eksternal yang meningkat 83,01 persen atau Rp2,43 triliun pada 2018 menjadi Rp4,44 triliun triliun pada 2019.

"Tahun 2019 menjadi awal WSBP memperluas pasar untuk mendapatkan peluang dari proyek eksternal. Hal ini didukung dengan adanya inovasi produk yang dihasilkan," kata Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Beberapa proyek eksternal yang telah diperoleh di antaranya dari Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok, Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan yang merupakan kerja sama dengan Hyundai dan Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta Garden City.

Produk-produk itu antara lain spun pile berdiamater 1,2 m dan panjang 50 m yang merupakan produk precast pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Selain itu, produk baru lainnya yakni bantalan rel kereta api, tiang listrik beton, dan sprigWP.

Perusahaan juga memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura senilai Rp435 miliar.

Saat ini, perusahaan tengah menyusun MoU dengan perusahaan asal Malaysia. Kerja sama itu nantinya akan berlanjut dengan joint operation untuk proyek-proyek luar negeri, salah satunya dalam pengejaan proyek LRT di Filipina, yang kini tengah dalam proses tender yang diikuti oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, WSBP juga melakukan serangkaian strategi bisnis, yaitu pembangunan Plant Penajam di Kalimantan Timur sebagai komitmen untuk mendukung program pemerintah untuk pemindahan ibu kota negara di wilayah Penajam Paser Utara.

"Melalui plant ini, perusahaan ingin menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara," ujar Jarot.

Pada tahun ini, perusahaan menargetkan peningkatan perolehan nilai kontrak baru dari eksternal melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan baik BUMN, anak usaha BUMN, swasta, pemerintah hingga perusahaan di luar negeri.

Ada pun target nilai kontrak baru WSBP pada tahun 2020 sebesar Rp11,9 triliun, di mana ditargetkan sebesar Rp5,89 triliun berasal dari kontrak eksternal.

"Kami menargetkan porsi nilai kontrak baru internal dan eksternal sebesar masing-masing 50 persen," kata Jarot.

Strategi ini sudah dimulai sejak awal tahun, di mana perusahaan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja sama dengan PT Pertamina Trans Kontinental untuk proyek bidang perbaikan dan pembangunan pelabuhan di lokasi pekerjaan milik anak usaha PT Pertamina (Persero).

Sinergi kerja sama juga dilakukan dengan PT Angkasa Pura Properti anak usaha dari pengelola bandara PT Angkasa Pura I (Persero) untuk proyek pembangunan dan pemeliharaan area bandar udara.

Dalam kedua kerja sama ini, perusahaan berperan dalam menyediakan produk beton precast. Selain itu, perusahaan juga melakukan Penandatanganan Kontrak Katalog Pengadaan Bantalan Beton Kementerian Perhubungan Republik Indonesia-Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Nantinya, perusahaan akan menyuplai produk bantalan rel kereta api untuk proyek pembangunan rel kereta api mulai tahun 2020 hingga 2022.

Baca juga: Waskita Beton Precast teken kerja sama perbaikan-pembangunan pelabuhan
Baca juga: KPK panggil Dirut Waskita Beton Precast
Baca juga: Waskita Karya Infrastruktur resmikan pabrik baja di Serang Banten

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar