Sepak Bola Nasional

Baru dua laga, Persela Lamongan pecat dua pemain asingnya

Baru dua laga, Persela Lamongan pecat dua pemain asingnya

Persib Bandung dan Persela Lamongan. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Lamongan, Jatim (ANTARA) - Kesebelasan Persela Lamongan, Jawa Timur mendepak dua pemain asingnya Nakamura dan Jasmin pada lanjutan kompetisi Liga I, setelah baru dua laga dijalani oleh tim kebanggaan warga Kabupaten Lamongan tersebut.

Keputusan resmi pemecatan dua pemain asing yang sebelumnya diharapkan mampu mendongkrak performa tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" itu, disampaikan langsung melalui laman resmi media sosial instagram tim tersebut @PerselaFC.

"Seluruh publik bola di Lamongan dan manajemen mengucapkan terima kasih kepada Nakamura dan Jasmin. Semoga kebersamaan yang singkat ini akan dapat membawa kebaikan untuk semuanya," tulis, laman tersebut, Rabu.

Tidak ada alasan rinci dalam laman tersebut mengenai pemecatan kedua pemain asing itu, namun turunnya performa tim Persela di dua laga sehingga menelan kekalahan beruntun menjadi pijakan manajemen untuk memperbaiki komposisi tim.

Sebelumnya, Pelatih Persela Nilmaizar mengaku akan melakukan evaluasi tim setelah dua kekalahan yang dialami timnya dari Persib Bandung dan PSIS Semarang.

Baca juga: Persib Bandung taklukkan Persela lewat tiga gol dua penyerang anyar

Baca juga: Persela bakal turunkan empat pemain asing pada Piala Gubernur Jatim



"Evaluasi pasti ada. Kami nggak habis pikir, nanti kita lihat seperti apa proses gol yang terjadi," ujar mantan arsitek tim nasional ini.

Nil mengaku bertanggung jawab atas kekalahan demi kekalahan yang dialami oleh anak didiknya secara beruntun.

"Saya yang bertanggung jawab, karena semua pemain saya yang pilih. Cuma koordinasi di belakang memang kurang bagus," tuturnya.

Sementara itu, Jasmin Mecinovic merupakan pemain asal Makedonia yang sebelumnya ikut seleksi Persela, sama halnya dengan Shunsuke Nakamura yang ikut seleksi, dan sebelumnya pemain asal Jepang itu membela klub Liga Latvia Valmiera Glass FK.

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar