Resensi film

"Bloodshot", saat Vin Diesel jadi superhero yang patah hati

"Bloodshot", saat Vin Diesel jadi superhero yang patah hati

Salah satu scene dalam film "Bloodshot," yang mulai tayang hari ini, Rabu (11/3) di bioskop Indonesia (HO)

Secara fisik mungkin sama dengan karakter Vin sebelumnya, tetapi dalam hal emosi, dia sangat rapuh
Jakarta (ANTARA) - "Kamu beruntung dibandingkan banyak orang lainnya, karena kamu punya kesempatan kedua."

Namun, apa jadinya jika ternyata bisa memiliki banyak kesempatan dalam satu momen yang sama?

Adalah Ray Garrison (Vin Diesel) seorang tentara perang yang tewas terbunuh, dan hidup kembali sebagai superhero Bloodshot "ciptaan" RST Corporation.

Dengan pasukan teknologi nano dalam darahnya, dia menjadi tak terhentikan, setiap tetesan darah yang dia keluarkan kembali ke dalam tubuhnya. Bahkan, dia menjadi yang terkuat yang pernah ada di RST. Namun, sejalan dengan itu, RST memanipulasi akal dan ingatan Garrison.

Garrison kemudian mulai mengingat kehidupan masa lalunya, dan berniat mengambil kontrol, dengan bantuan dua orang baik yang ditemuinya.

"Saya diciptakan layaknya mesin pembunuh... yang patah hati," ujar Vin Diesel, menceritakan sedikit karakternya dalam video singkat yang diputar sebelum film dimulai, ditujukan untuk penonton Indonesia.

Baca juga: 11 tahun menanti, "Avatar 2" akhirnya rilis cuplikan baru

Baca juga: Vin Diesel ikut puasa Ramadan?


Baca juga: Vin Diesel akan tonton film "Surat Kecil Untuk Tuhan" di Indonesia?

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketika Superhero beraksi di pasar membasmi Corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar