Olimpiade

Olimpiade bisa ditunda 1-2 tahun jika Tokyo 2020 urung digelar

Olimpiade bisa ditunda 1-2 tahun jika Tokyo 2020 urung digelar

Dikarenakan mewabahnya virus corona di Jepang, seorang pria yang mengenakan masker wajah berjalan melewati papan iklan untuk Olimpiade Tokyo 2020 di dekat stasiun Shinjuku di Tokyo, Jepang, 3 Maret 2020. REUTERS / Stoyan Nenov (reuters.com)

Jakarta (ANTARA) - Penundaan selama satu atau dua tahun adalah opsi "paling fisibel" seandainya Olimpiade Tokyo tak bisa digelar musim panas ini karena wabah global virus corona, kata seorang anggota eksekutif komite penyelenggara kepada Reuters.

Haruyuki Takahashi, salah seorang dari dua puluhan anggota dewan eksekutif Olimpiade Tokyo 2020, mengungkapkan lembaganya baru mencermati skenario-skenario mengenai bagaimana virus itu mempengaruhi Olimpiade.

Takahashi sebelumnya berkata di Wall Street Journal bahwa dewan ini tidak membahas dampak virus corona setelah terakhir bertemu Desember sebelum epidemi itu menyebar.

Panitia penyelenggara berusaha menekankan pesan yang konsisten bahwa Olimpiade tidak akan dibatalkan atau ditunda namun sponsor yang sudah menggelontorkan miliaran dolar itu kian khawatir wabah virus corona akan mempengaruhi event itu.

Baca juga: Haruskah Olimpiade 2020 dibatalkan? Ini opsi dan konsekuensinya

Baca juga: Seremoni obor Olimpiade Tokyo tanpa penonton


Takahashi berkata kepada Reuters bahwa kerugian finansial akibat pembatalan atau menggelar Olimpiade tanpa penonton akan terlalu besar, sebaliknya penundaan selama satu tahun akan bentrok dengan jadwal olah raga profesional besar lainnya.

"Kami harus mulai menyiapkan kemungkinan apapun. Seandainya Olimpiade tidak bisa digelar musim panas nanti, maka penundaan selama satu atau dua tahun akan sangat fisibel," kata Takahashi seperti dikutip Reuters.

Para pakar menilai penundaan satu tahun akan menjadi masalah logistik besar yang melipatgandakan televisi karena akan mengganggu jadwal terbuka musim panasnya nanti.

Baca juga: 31 atlet berpotensi tampil pada Olimpiade Tokyo

Virus corona baru itu sudah menginfeksi lebih dari 116 ribu orang dan membunuh sekitar 4.000 orang di seluruh dunia sejak merebak di China tahun lalu.

Jepang sudah melaporkan hampir 1.300 kasus, termasuk 700 dari sebuah kapal pesiar yang dikarantina dekat Tokyo bulan lalu.

Selasa, Jepang menghadapi jumlah terinfeksi terbesar dalam satu hari sebanyak 59 kasus, kata stasiun televisi NHK.

Akibat kabar-kabar terbaru itu, spekulasi pun berseliweran bahwa Olimpiade Tokyo 2020 yang sedianya dibuka pada 24 Juli bisa batal, tertunda atau diadakan tanpa penonton, seperti kebanyakan event kualifikasi pra-Olimpiade.


 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora sebut kesehatan atlet dan pelatih yang utama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar