Tiga warga Kalbar terindikasi COVID-19 masuk kategori dalam pengawasan

Tiga warga Kalbar terindikasi COVID-19 masuk kategori dalam pengawasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson saat menjadi pemateri terkait penanganan dan pencegahan virus COVID-19 yang dilaksanakan di Aula Hotel Banana Putussibau, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. (FOTO ANTARA/Teofilusianto Timotius)

Dua dari tiga orang pasien tersebut dirawat di ruang Isolasi RSUD dr Soedarso Pontianak dan satu orang pasien dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Azis di Singkawang
Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat dr Harisson mengatakan bahwa RSUD di provinsi itu kembali merawat tiga orang warganya di ruang isolasi rumah sakit, di mana ketiga pasien ini masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan COVID-19.

"Dua dari tiga orang pasien tersebut dirawat di ruang Isolasi RSUD dr Soedarso Pontianak dan satu orang pasien dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Azis di Singkawang," katanya di Pontianak, Rabu.

Harisson menjelaskan, dua orang pasien yang dirawat di RSUD Soedarso terdiri atas satu orang pasien yang berumur 34 tahun, yang sebelumnya melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan pesawat Air Asia.

Sedangkan satu pasien lainnya yang berumur 55 tahun sebelumnya melakukan perjalanan ke Kuching, Serawak, Malaysia juga dengan menggunakan pesawat Air Asia untuk berobat di salah satu rumah sakit di Kuching.

"Pulang dari berobat ke Kuching malah sakitnya tambah parah dan harus dirawat di ruang isolasi karena kecurigaan menderita COVID-19," katanya.

Kedua orang pasien tersebut menderita batuk, demam dan sesak napas. Dari gambaran pemeriksaan rontgen didapatkan gambaran pneumonia sehingga kedua pasien ini memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19.

Sedangkan seorang pasien lagi dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Azis di Singkawang. Pasien ini berumur 19 tahun dan merupakan warga Singkawang yang bekerja Serawak.

Pasien pulang ke Singkawang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk. Pasien ini juga menderita batuk dan demam pada saat melewati pemeriksaan di PLBN Aruk. Kemudian, pasien berobat ke Puskesmas di Singkawang dan kemudian dirujuk ke RS Abdul Azis.

Terhadap tiga pasien tersebut telah dilakukan pemeriksaan "swab nasofaring" untuk pengambilan spesimen lendir di tenggorokan.
Selanjutnya spesimen akan dikirim ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

Harisson mengingatkan warga Kalbar untuk menunda atau tidak melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur dan Kuching atau ke luar negeri mengingat sekarang penularan COVID-19 ini justru terjadi dengan sangat cepat di negara-negara di luar China.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang Barita P Ompusunggu mengatakan saat ini RSUD Abdul Aziz Singkawang kembali mengisolasi satu pasien asal Kalbar yang baru saja pulang dari Malaysia.

"Memang ada satu pasien, tapi untuk jelasnya coba konfirmasi ke RSUD Abdul Aziz Singkawang," katanya.

Menurutnya, pihak RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah melaporkan hal tersebut kepada dirinya. "Cuma saya belum sempat berkunjung ke RSUD Abduk Aziz Singkawang. Baru sekadar mendapat laporan saja," katanya.

Namun, untuk kepastiannya, ia meminta menanyakan langsung ke Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang. "Rencananya besok saya baru mau ke RSUD Abdul Aziz, karena baru tadi sore saya mendapatkan laporan dari rumah sakit," katanya.

Sedangkan Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang Ruchanihadi membenarkan ada satu pasien pria berusia 19 tahun yang di isolasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang.

"Dia sebelumnya bekerja di Malaysia, namun dua hari terakhir mengalami demam batuk di Malaysia terus pulang ke Singkawang," katanya.

Ia menjelaskan yang bersangkutan melakukan pemeriksaan di Puskesmas Singkawang Selatan. Dari puskesmas kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang karena sakit yang dialami pasien mengarah ke terduga COVID-19.

Kemudian, pasien diantar dengan menggunakan ambulans dari Puskesmas Singkawang Selatan. "Saat ini, pasien sudah dirawat di ruang isolasi dan masih dalam pengawasan RSUD Abdul Aziz Singkawang," katanya.

Mengenai hal ini pihaknya sudah memberitahukan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. "Jadi untuk pengambilan sampel dahak masih menunggu tim dari Provinsi Kalbar," demikian Ruchanihadi.

Baca juga: Pemprov Kalbar masih berlakukan larangan masuknya WNA China

Baca juga: Dinkes Kalbar: Satu pasien pnemonia diisolasi di RSUD Soedarso

Baca juga: Satu keluarga dirujuk ke RSUD Singkawang pascaliburan dari Korsel

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mahasiswa UNP ciptakan Robot untuk antisipasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar