Polisi tembak penjambret ponsel pelajar di Tulungagung

Polisi tembak penjambret ponsel pelajar di Tulungagung

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia (kedua kiri) menunjukkan sejumlah tersangka pelaku tindak pidana di wilayah hukum Kabupaten Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (12/3/2020) (Ist)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Tim buru sergap Polres Tulungagung mengaku terpaksa menembak kaki seorang pelaku kejahatan spesialis jambret pelajar karena berusaha kabur saat hendak ditangkap di rumah istri mudanya yang dijadikan tempat persembunyian di Bojonegoro, Jawa Timur.

"Dilakukan penembakan terukur oleh anggota, karena yang bersangkutan berusaha kabur," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat konferensi pers di Mapolres Tulungagung, Kamis.

Pelaku yang ditangkap itu berinisial ZB (37), warga Pulosari, Ngunut. Dia disebut Pandia sudah menjadi buron sejak awal Februari 2020, karena merampas/merampok ponsel genggam pelajar SD dan tiga kasus lain di tempat berbeda, salah satu korbannya seorang nenek usia 77 tahun.

Operasi penangkapan sempat dilakukan, namun ZB bisa lolos. Sampai kemudian polisi mendapat informasi akurat bahwa pelaku kabur ke Bojonegoro dan bersembunyi di rumah istri mudanya, polisi pun kembali melakukan operasi penangkapan secara terencana.

Hasilnya, ZB ditemukan melalui pelacakan sinyal IMEI ponsel korban.

Namun saat hendak digerebek, pria asli Pulosari, Ngunut itu mencoba kabur dari pintu belakang sehingga petugas yang telah berjaga di sekitar rumah sasaran menembak terukur ke arah kaki.

Kini ZB meringkuk di sel tahanan polisi dan dijerat pasal 362 KUH-Pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Tersangka ini diketahui melakukan aksinya di empat TKP dengan modus merampas ponsel korban yang sedang berkendara di jalan," kata Pandia. 

Baca juga: Polda Metro Jaya tembak mati maling motor bersenjata api

Baca juga: Polda Sumut tembak tersangka jaringan narkotika Internasional

Baca juga: Polisi tembak kaki perampok Toko Emas Cantik di Taman Sari

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar