Kadin sebut pasokan pangan di pasar induk Jakarta jelang puasa aman

Kadin sebut pasokan pangan di pasar induk Jakarta jelang puasa aman

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani (tengah), Direktur Utama PD Pasar Jaya Arif Nasrudin (kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers kunjungan lapangan Kadin ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Kamis (12/4/2020). ANTARA/Zubi Mahrofi/pri.

Ada satu, dua yang memang barangnya agak telat atau agak langka. Misalnya gula tadi harga eceran di sini sekitar Rp17.000 per kilogram
Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyampaikan bahwa pasokan pangan menjelang bulan puasa dan Lebaran 2020 di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, dalam kondisi aman.

"Barang relatif memang ada, menyangkut bulan puasa dan Lebaran aman, jadi tidak perlu panik," ujar Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani usai melakukan kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan rantai pasokan barang di pasar itu juga tidak terganggu menyusul adanya kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap penyebaran COVID-19.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa harga dan ketersediaan untuk komoditas gula relatif terbatas sehingga memicu kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.

"Ada satu, dua yang memang barangnya agak telat atau agak langka. Misalnya gula, tadi harga eceran di sini sekitar Rp17.000 per kilogram. Mereka hanya boleh beli satu karung, ini ada keterbatasan," ucapnya.

Ia meminta pemerintah untuk segera melakukan antisipasi agar tidak bertambah gejolak ke depannya sehingga tidak membuat masyarakat melakukan panik beli.

"Masalahnya sederhana, supply-demand, kalau memang harus impor ya tidak apa-apa, disesuaikan saja waktunya. Karena masyarakat inginnya, barangnya ada, harganya murah, pasokannya aman," ucapnya.

Menurut Rosan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian harus lebih meningkatkan koordinasi agar tidak terjadi kelangkaan barang, terutama pangan di dalam negeri.

"Tiga Kementerian itu harus tingkatkan koordinasi, kalau di salah satu lambat pasti eksekusinya juga akan lambat sehingga dapat menyebabkan salah satu kebutuhan di masyarakat agak terlambat," katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arif Nasrudin mengakui ada sedikit kelangkaan komoditas gula saat ini, salah satu yang menjadi penyebab adalah birokrasi izin pengiriman barang.

"Gula pasir memang dikhawatirkan, saat ini kelangkaannya memang cukup besar, tapi kami melihat di level administrasi dan birokrasi izin yang menjadi kendala. Ada sedikit saja kendala di administrasi birokrasi, maka akan berpengaruh ke masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Kadin: Stok pangan aman sambut Lebaran, masyarakat tak perlu panik
Baca juga: Airlangga panggil menteri-menteri bahas pangan dan perdagangan
Baca juga: Harga gula masih mahal, Mendag segera lakukan operasi pasar
Baca juga: Harga gula pasir di Jakarta tembus Rp20.000/kg


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kadin akan dorong pemulihan kesehatan & ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar