Kemarin, dari Raja Belanda ke Danau Toba hingga PKS temui Demokrat

Kemarin, dari Raja Belanda ke Danau Toba hingga PKS temui Demokrat

Raja Belanda Willem Alexander bersama Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti disambut tarian tor-tor oleh masyarakat Batak ketika berkunjung di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww. (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa berita hukum selama Kamis (12/3) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, dari Raja dan Ratu Belanda mengunjungi Danau Toba hingga

Berikut rangkuman berita politik yang masih menarik untuk dibaca hari ini.

1. Raja dan Ratu Belanda kunjungi Danau Toba
Raja Belanda, Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti mengunjungi Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3). Rombongan mengunjungi Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

2. Pertemuan Demokrat-PKS di Cikeas

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan ada diskusi yang mendalam soal ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam pertemuan Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kediaman Presiden Keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/3) malam.

Selengkapnya di sini.

3. Partai Demokrat disarankan tak terjebak politik dinasti

Masih terkait Partai Demokrat, Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr Emrus Sihombing menyarankan partai berlambang mercy itu tidak terjebak dalam politik dinasti dengan memilih ketua umum dalam lingkaran Susilo Bambang Yudhoyono.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

4. Wapres praktikkan "salam corona"

Wakil Presiden Ma’ruf Amin, mantan wapres Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mempraktikkan “salam corona” atau bersalaman tanpa saling menyentuh telapak tangan ketika mereka bertemu di Kantor Wapres Jakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini.

5. JK sebut COVID-19 seperti musuh tak terlihat

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan COVID-19 seperti musuh berbahaya yang tidak terlihat, sehingga upaya preventif menjadi salah satu cara ampuh untuk meminimalkan penyebaran wabah akibat virus tersebut.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keris yang dikembalikan Belanda asli milik Pangeran Diponegoro

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar