Acara karpet merah "Mulan" di Inggris ditiadakan karena corona

Acara karpet merah "Mulan" di Inggris ditiadakan karena corona

Liu Yifei dalam red carpet "Mulan" di Los Angeles. (Twitter/DisneysMulan)

Jakarta (ANTARA) - Acara karpet merah untuk peluncuran perdana Eropa film "Mulan" di Leicester Square, London akan ditiadakan, bersama dengan peniadaan wawancara media, menyusul pandemi virus corona (COVID-19), dilansir Reuters, Jumat.

Leicester Square adalah tempat yang populer untuk pemutaran perdana film-film besar, di mana penggemar dapat melihat bintang-bintang film kesukaannya berjalan di karpet merah sebelum pergi ke bioskop.

Penayangan perdana "Mulan" pada Kamis (12/3) malam waktu setempat, diharapkan menarik ratusan orang untuk melihat aksi dari pemain film Asia kawakan seperti Yifei Liu, Donnie Yen Yoson An, dan Jason Scott Lee.

Namun, karpet merah dan acara susunan untuk media tiba-tiba dibatalkan pada Kamis, beberapa jam sebelumnya. Pemutaran film perdana pun masih berlanjut, dengan para pemain dan kru melakukan sesi foto di dalam ruangan.

Baca juga: Disney tunda rilis "Mulan" akibat virus corona

Baca juga: Berasal dari Wuhan, pemeran Mulan bicara soal virus corona


"Dengan sangat hati-hati kami menurunkan skala pemutaran perdana 'Mulan' malam ini dan tidak akan lagi memiliki garis media atau karpet merah. Namun kami akan terus menjadi tuan rumah pemutaran perdana sebagai acara pemutaran yang ada di dalam," kata perwakilan panitia dalam sebuah pernyataan.

Kekhawatiran atas penyebaran cepat virus corona ini telah menyebabkan pembatalan konser dan acara olahraga di seluruh dunia, seperti turnamen tenis Indian Wells dan festival musik Coachella, dan telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah Olimpiade Tokyo harus dilanjutkan.

Film James Bond terbaru "No Time To Die" telah ditunda hingga November. Sementara Sony Pictures mengatakan mereka menunda rilis "Peter Rabbit 2: The Runaway" hingga Agustus.

Disney telah mengadakan pemutaran perdana di Los Angeles untuk "Mulan" pada hari Senin.

"Mulan" sendiri dirancang untuk menarik penonton global, terutama di China. Namun, bioskop di China, alias pasar film terbesar kedua di dunia, harus ditutup tanpa batas waktu yang jelas.

Baca juga: Perilisan "No Time To Die" ditunda karena virus corona

Baca juga: Penggemar bikin surat terbuka minta rilis "No Time to Die" ditunda

Baca juga: "Fast & Furious 9" bakal rilis di tahun 2021 karena corona


Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wakil Ketua DPR sebut pemeriksaan Mulan Jameela harus ada izin Presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar