TransJakarta kawal kasus busway tabrak anak di Rawamangun

TransJakarta kawal kasus busway tabrak anak di Rawamangun

Polisi Lalu Lintas menilang pengendara sepeda motor yang melintas di jalur bus TransJakarta di Jalan Sultan Agung, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin dan keselamatan dalam berkendara menjadi salah satu penyebab utama terus meningkatnya pelanggaran lalu lintas di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.)

Jakarta (ANTARA) - TransJakarta akan mengawal kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus milik operator PPD 0351, yang mengakibatkan seorang anak tanpa identitas meninggal di sekitar Halte Layur, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis malam.

"Sebagai bentuk pertanggungjawaban Transjakarta atas insiden yang tidak diinginkan ini, Perseroan siap mengawal insiden hingga tuntas," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Nadia menyebutkan, pihaknya sudah membentuk pengawalan dengan mengamankan pramudi dan petugas yang bertugas.

Selanjutnya, keduanya akan diserahkan ke pihak Kepolisian untuk mengikuti proses penyelidikan oleh pihak yang berwajib. PT Transjakarta akan terus mengawal hingga proses investigasi selesai dilakukan.

"Perseroan ikut berduka cita dan berbelasungkawa teruntuk korban beserta keluarga yang ditinggalkan," ujar Nadia.

Baca juga: Pengemudi ojek online tewas di jalur TransJakarta Kebon Jeruk
Baca juga: Truk trailer tabrak separator busway di Jalan S Parman


Selain itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengimbau masyarakat untuk memenuhi tata tertib penyeberang jalan dengan menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau "pelican crossing" sebagai fasilitas untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan.

"Guna menghindari kejadian serupa, Perseroan menghimbau masyarakat untuk menaati (tatib) yang berlaku," ujar Nadia.

Sampai berita ini disiarkan, korban yang masih berusia 11 tahun tersebut masih belum terindentifikasi lantaran tidak memiliki identitas diri.

Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi. Selanjutnya terkait kronologi dan identifikasi jenazah dan perkembangan lainnya, BUMD DKI Jakarta itu menunggu proses investigasi dari pihak yang berwenang untuk tindakan lebih lanjut.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anies berencana operasikan 100 bus listrik TransJakarta tahun ini

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar