Pengembalian dana 1MDB, Mahathir sebut AS harus pikir ulang

Pengembalian dana 1MDB, Mahathir sebut AS harus pikir ulang

Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. ANTARA/Agus Setiawan/aww/pri.

Sekarang, orang-orang itu berupaya mendapatkan kembali uang hasil curian tersebut. Menurut saya, DoJ harus berpikir dua kali
Kuala Lumpur (ANTARA) - Otoritas di Amerika Selatan harus "berpikir dua kali" sebelum mengembalikan uang penyalahgunaan dana negara Malaysia 1MDB, kata mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, Jumat, setelah partai yang diduga terlibat skandal itu kembali berkuasa.

Mahathir, 94, secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebelum akhirnya ia digantikan oleh Muhyiddin Yassin, yang berkoalisi dengan UMNO, partai yang sempat kalah pada pemilihan umum 2018 saat skandal 1MDB mulai terkuak ke publik.

Departemen Kehakiman AS (DoJ) mengatakan lebih dari 4,5 miliar dolar AS disalahgunakan dari 1MDB di bawah pemerintahan perdana menteri Najib Razak yang didukung UMNO. Najib saat ini masih mengikuti persidangan untuk dugaan penyalahgunaan dana tersebut.

Dalam kasus korupsi terbesar yang pernah ditanganinya, DoJ, berhasil menyelamatkan sekitar satu miliar dolar AS yang diduga dicuri dari 1MDB.

DoJ telah mengembalikan hampir 200 juta dolar AS pada Mei, tetapi pada proses pengiriman kedua senilai 240 juta dolar AS yang harusnya diserahkan bulan lalu sempat tertunda. Beberapa sumber mengatakan penundaan itu karena adanya ketidakpastian politik di Malaysia setelah Mahathir mundur.

Mahathir mengatakan DoJ sebaiknya mempertimbangkan kembali keputusan memulangkan uang tersebut ke Malaysia setelah partai yang mendukung Najib kembali berkuasa.

"Saat kami mengambil alih kekuasaan, DoJ bersedia memulangkan uang itu karena kami menggantikan mereka yang mencuri dana tersebut," kata Mahathir saat diwawancara.

"Sekarang, orang-orang itu berupaya mendapatkan kembali uang hasil curian tersebut. Menurut saya, DoJ harus berpikir dua kali," tambah dia.

Setidaknya enam negara menyelidiki dugaan penggelapan dan pencucian uang 1MDB, lembaga pemberi pinjaman negara yang dibentuk oleh Najib pada 2009.

Setelah menang pada pemilu 2018, Mahathir membuka kembali penyelidikan terhadap 1MDB dan keterlibatan Najib pada kasus tersebut.

Najib menghadapi lima persidangan untuk skandal tersebut. Dalam sidang pertamanya, Najib menerima tujuh tuntutan terkait penyalahgunaan dana sebesar 10 juta dolar AS dari unit usaha 1MDB. Vonis sidang pertama itu kemungkinan akan dibacakan pada beberapa bulan mendatang.

Mantan PM Malaysia, Najib, mengatakan ia tidak bersalah dan mengaku sebagai korban penipuan penasihat keuangannya, Jho Low serta sejumlah pejabat 1MDB.

Pada pekan lalu, Najib mengatakan ia berharap situasi persidangannya akan lebih kondusif dan adil karena Mahathir telah mundur dari jabatan perdana menteri.

Skandal 1MDB sempat menyeret penyelidikan ke Goldman Sachs, yang dituduh telah memperdaya investor terkait penjualan saham senilai 6,5 miliar dolar AS. Tiga kantor cabang tersebut menyatakan pihaknya tidak bersalah.

Sumber: Reuters

Baca juga: Malaysia berupaya temukan aset Rp60 triliun dalam skandal 1MDB

Baca juga: KPK Malaysia tunggu pengembalian uang 1MDB Rp1,4 triliun

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Raja Malaysia panggil anggota parlemen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar