ACT: Bantuan kemanusiaan tidak masuk ranah konflik

ACT: Bantuan kemanusiaan tidak masuk ranah konflik

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar (kika), Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap Syuhelmaidi Syukur, dan Direktur Global Humanity Response Bambang Triyono dalam konfrensi pers Aksi Aksi Cepat Tanggap menanggapi bantuan kemanusiaan ke India, Jumat (13/3/2020). (ANTARA/Ist.)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan bantuan kemanusiaan yang disalurkan merupakan sebuah kewajiban dan tidak masuk ke ranah konflik negara manapun saat mengimplementasikan baik di Tanah Air atau luar negeri.

"Prinsip kami adalah membantu kemanusiaan merupakan sebuah kewajiban. Kami berupaya mengantarkan amanah kepedulian bagi jutaan saudara yang mengalami kesusahan tanpa terlibat konflik manapun," kata Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sebagai contoh, ACT membantu Rohingya, namun tidak terlibat dalam konflik politik. Termasuk pula saat melakukan implementasi program kemanusiaan di India pada Februari saat adanya konflik yang bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), ACT juga tidak terlibat dalam konflik tersebut.

Khusus untuk India, ia menjelaskan negara tersebut sebenarnya telah menjadi ranah kemanusiaan ACT sejak 2017. Sementara untuk respon terhadap konflik kemanusiaan pada Februari, ACT mendistribusikan bantuan berupa ratusan paket pangan.

Baca juga: ACT Jatim siap bantu mitigasi virus corona

Baca juga: ACT Sulsel galang dukungan untuk muslim New Delhi

Baca juga: ACT kirimkan 13 ribu masker, Dubes RI di Korsel sampaikan terima kasih


Santunan kepada korban kerusuhan New Delhi tersebut diberikan pada mereka yang rumahnya hancur atau anggota keluarganya menjadi korban dan bahkan di antaranya kehilangan mata pencaharian.

Secara umum, sebagai lembaga kemanusiaan global, ACT selalu berkoordinasi dengan organisasi resmi dalam mengimplementasikan bantuan baik di dalam maupun luar negeri. Hal itu bertujuan untuk membangun kolaborasi dalam mencari jalan keluar suatu permasalahan di bidang kemanusiaan.

Bantuan tersebut diserahkan ACT dengan melihat banyak korban yang berjatuhan sehingga terpanggil untuk memberikan bantuan secara langsung. Bantuan yang diberikan pun bersifat emergency atau darurat.

Bantuan yang diberikan kepada para korban bencana, konflik atau krisis kemanusiaan di antaranya bantuan santunan, pangan, rumah, kesehatan dan pendidikan tanpa memilah-milah siapa yang menerima. Sebab, kemanusiaan adalah wilayah yang netral serta tidak terbatas SARA.

"Kami menyadari pekerjaan di ranah kemanusiaan tidaklah mudah dan banyak rintangan. Tetapi kami yakin doa para donatur, harapan penerima manfaat dan dukungan media menjadi semangat untuk terus bergerak maju dalam bingkai kemanusiaan," ujarnya.*

Baca juga: ACT Sulsel galang gerakan 1.000 antiseptik untuk dibagikan gratis

Baca juga: KBRI Seoul apresiasi pengiriman 13.000 masker dari ACT

Baca juga: ACT dapat penghargaan NGO global terfavorit dari Ikadi

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar