RSUP Sanglah habiskan 15-20 APD untuk tangani satu pasien status ODP

RSUP Sanglah habiskan 15-20 APD untuk tangani satu pasien status ODP

Ilustrasi-Suasana ruang isolasi Nusa Indah di RSUP Sanglah Denpasar (Antara/Ayu Khania Pranisitha)

Denpasar (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar menghabiskan 15-20 alat pelindung diri atau APD per harinya untuk penanganan satu pasien dengan status orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19.

"Jadi untuk satu pasien, satu hari itu hampir 15 sampai 20 APD ya. Kalau soal jumlahnya saat ini kami sudah di back up dari kita yang beli dan beberapa dari bantuan Dinas Kesehatan, karena memang RS Sanglah termasuk yang terbanyak," kata Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar dr. I Wayan Sudana, di RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat.

Baca juga: Gubernur Bali pastikan kesiapan anggaran tangani COVID-19

Ia mengatakan bahwa saat ini di RSUP Sanglah juga sudah mulai menggunakan alat Thermal Scanner.

 
"Di sini juga mulai pakai Thermal Scanner dan mendadak juga harganya melonjak dari Rp400 ribu sampai Rp2,5 jutaan,"ucapnya.

Untuk ketersediaan APD, kata dia, tetap melakukan koordinasi dengan pihak di luar RS. Salah satunya berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk kebutuhan APD.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ni Made Metti Utami mengatakan bahwa semua RS Rujukan di Bali mendapatkan bantuan APD dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Baca juga: 2 perawat status ODP jalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar

"Yang pasti untuk kebutuhan APD untuk tenaga medis sudah dipenuhi dan untuk jumlahnya cukuplah untuk memenuhi kebutuhan setiap RS Rujukan," jelasnya.

Pihaknya menyampaikan dari pihak Kementerian Kesehatan juga mendistribusikan secara bertahap. "Kita di sini tetap menjaga keberlangsungan stok yang ada," ucapnya.

Untuk perkembangan saat ini dari empat RS Rujukan yaitu RSUP Sanglah, RSUD Tabanan, RSUD Sanjiwani Gianyar, dan RSUD Buleleng, Kata dia semuanya mengajukan distribusi untuk APD ke Dinkes Bali.

Selain itu, jumlah distribusi APD ke RS juga berbeda-beda, tergantung dari jumlah pasien yang ditangani oleh rumah sakit yang bersangkutan. Namun, dalam penanganan untuk satu pasien dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang ada di rumah sakit membutuhkan APD 10 sampai 18 dalam sehari.

Baca juga: Pasien COVID-19 kasus 25 meninggal dunia di Bali
Baca juga: Jalur khusus antisipasi COVID-19 diberlakukan di Bandara Ngurah Rai
Baca juga: Ombudsman Bali: Satgas COVID-19 siapkan informasi akurat untuk publik

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri BUMN beri bantuan obat dan APD untuk Jawa Timur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar