Simulasi enam tokoh, Survei Cyrus: Elektabilitas Sandiaga tertinggi

Simulasi enam tokoh, Survei Cyrus: Elektabilitas Sandiaga tertinggi

Arsip. Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto menyampaikan hasil rilis survei nasional pascaPemilu 2019 di Jakarta, Jumat (9/8/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Saat nama Prabowo dihilangkan, Sandiaga Uno menempati urutan pertama
Jakarta (ANTARA) - Hasil survei Cyrus Network menyebutkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, memiliki tingkat keterpilihan atau elektabilitas tertinggi untuk maju Pemilu Presiden 2024, dalam simulasi enam nama tokoh tanpa diikutsertakan nama Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

"Saat nama Prabowo dihilangkan, Sandiaga Uno menempati urutan pertama," CEO Cyrus Network Eko David Afianto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3).

Hal itu dikatakannya saat konferensi pers pemaparan hasil survei di Hotel Morrissey, Jakarta, Jumat (13/3).

Baca juga: Survei kepuasan publik meningkat, Bamsoet: MPR tidak puas diri

Dalam simulasi tersebut, Sandiaga Uno menempati posisi pertama dengan jumlah pendukung terbanyak sebesar 27,3 persen.

Sandi berhasil mengalahkan mantan pasangannya pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yaitu Anies Baswedan yang menempati urutan kedua dengan mendapat dukungan sebesar 20 persen.

Lalu di posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan mendapat dukungan 14,9 persen, di posisi keempat ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mendapat dukungan 10,2 persen.

Di posisi kelima ada nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan dukungan 6,6 persen; di posisi keenam ditempati Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan dukungan 3,5 persen.

Namun saat menggunakan simulasi tujuh nama tokoh dengan memasukkan nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Sandiaga menempati posisi kedua dengan jumlah dukungan sebanyak 18,8 persen sementara Prabowo mendapat dukungan 23,8 persen.

Dalam survei itu juga disebutkan alasan tegas, berani dan berwibawa menjadi pertimbangan utama responden memilih capres di Pemilu 2024, dengan angka sebesar 27,6 persen.

Sementara itu alasan memiliki kinerja baik (20,1 persen), merakyat dan berkepribadian santun (16,7 persen), diharapkan membawa perubahan (11,9 persen), dan memiliki rekam jejak yang baik (9,3 persen).

Survei tersebut dilaksanakan pada 24-30 Januari 2020 pada 1.230 responden yang dipilih dengan metode "multistage random sampling" dengan "Margin of error" survei adalah 2,85 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dalam survei tersebut adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Proporsi responden laki-laki dan perempuan sebesar 50:50 persen yang tersebar secara proporsional pada 123 desa/kelurahan terpilih di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Baca juga: Survei kepuasan publik meningkat, Bamsoet: MPR tidak puas diri
Baca juga: Survei sebut Prabowo-Puan kandidat kuat

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Survei LSI: 23.5 persen masyarakat tidak percaya vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar