Liga Jerman

Luca Kilian jadi pemain Bundesliga pertama yang positif COVID-19

Luca Kilian jadi pemain Bundesliga pertama yang positif COVID-19

Luca Kilian saat bermain untuk timnas Jerman junior.(goal.com)

Jakarta (ANTARA) - Bek klub Paderborn (SCP07), Luca Kilian menjadi pemain Bundesliga pertama yang didiagnosis terjangkit virus corona pada Jumat waktu setempat setelah beberapa saat kompetisi sepak bola Jerman tersebut menunda pertandingan pada akhir pekan ini.

Sejumlah pemain di penjuru Eropa telah dinyatakan positif virus tersebut, termasuk penyerang Chelsea Callum Hudson-Odoi dan pelatih Arsenal Mikel Arteta yang keduanya didiagnosis pada Jumat.

Klub Serie A Sampdoria sejauh ini terkena dampak terburuk dengan lima pemain mereka terjangkit COVID-19.

Baca juga: Empat pemain Sampdoria dan satu penyerang Fiorentina positif COVID-19

Baca juga: Mikel Arteta positif corona, Colney Training Center ditutup


Kabar ini muncul kurang dari 24 jam sebelum Paderborn dijadwalkan bermain melawan Fortuna dalam lanjutan pertandingan Bundesliga.

"Sebagai bagian dari tes awal untuk virus corona pada Jumat ini, SCP07 mencatat kasus pertama penyakit di (klub)," ujar Paderborn dalam sebuah pernyataan yang dikutip Goal pada Jumat (14/3).

"Setelah melakukan tes kepada pelatih Steffen Baumgart, hasil tes bek tengah Luca Kilian, yang absen selama beberapa pekan karena cedera, diketahui positif (corona)."

"Pihak klub melakukan koordinasi dengan pihak berwenang setempat, SCP07 akan mengambil langkah lebih luas untuk mencegah penyebaran virus corona."

"Besok pada Sabtu, para pemain dan semua anggota tim fungsional akan menjalani tes virus corona."

Killian, yang berusia 20 tahun, memulai karier seniornya dengan tim cadangan Borussia Dortmund sebelum pindah ke Paderborn pada 2019.

Pemain timnas Jerman U-21 tersebut telah membuat 13 penampilan Bundesliga musim ini. Killian terakhir kali bermain pada 19 Januari sebelum mengalami cedera.

Baca juga: Dua pertandingan derbi Liga Jerman akan dimainkan tanpa penonton

 

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Demi hindari keramaian segala tradisi jelang Ramadhan ditiadakan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar