RSUD Soedono Madiun terima rujukan pasien dalam pengawasan COVID-19

RSUD Soedono Madiun terima rujukan pasien dalam pengawasan COVID-19

Ilustrasi - Tim dokter RSUD dr Soedono Madiun saat memberikan keterangan pers tentang pasien mahasiswi yang dirawat di rumah sakit setempat setelah pulang dari China karena keluhan batuk dan pilek, Kamis (30/1/2020). Antarajatim/Louis Rika

Madiun (ANTARA) - RSUD dr Soedono Madiun menerima seorang pasien rujukan dari RSUD dr Sayidiman Magetan, Jawa Timur, yang berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) corona atau COVID-19 dengan gejala batuk, pilek, disertai demam.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Tripsila Purwaka, Sabtu mengatakan pasien berjenis kelamin perempuan usia sekitar 55 tahun tersebut diterima oleh tim penanganan corona RSUD dr Soedono Madiun pada Jumat (13/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Selain batuk, pilek disertai demam, keluhan yang dialami pasien juga sesak napas.

"Hasil penelusuran tim kami, pasien ini merupakan istri penderita positif Covid-19 yang meninggal dunia dan dimakamkan di Magetan pada Rabu (11/3). Yang bersangkutan melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19," ujar dr Bangun saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Karena kontak dengan pasien yang positif corona, maka yang bersangkutan ini statusnya dinaikkan dari orang dalam pemantauan menjadi pasien dalam pengawasan. Saat masuk RSUD Soedono Jumat malam, yang bersangkutan mengalami demam dengan suhu tubuh 37,8 derajat celsius.

Hasil evaluasi tim medis rumah sakit pada hari Sabtu ini, batuk dan sesak napas yang dialami pasien telah berkurang. Selain itu, demam telah reda dan hasil foto atau rontgen toraks paru-paru normal.

"Pasien tersebut saat ini dirawat di ruang isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan spesimen laboratoriumnya," kata dia.

Adapun, spesimen pasien hari ini telah dibawa tim Dinas Kesehatan Jawa Timur ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (Litbangkes Kemenkes). Sementara spesimen yang ke Tropical Disease Center (TDC) Universitas Airlangga Surabaya (Unair) baru dapat dikirim pada Senin (16/3).

"Semua kami tangani sesuai SOP. Untuk hasil laboratorium, baru dapat diketahui dalam waktu 3-5 hari mendatang," kata Bangun.

Pihaknya meminta warga Madiun dan sekitarnya tidak panik dengan adanya pasien positif corona dan dalam pengawasan corona yang ditemukan di Magetan dan dirujuk ke Madiun. Ia meminta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.
Baca juga: Dinkes pantau warga Kota Madiun pulang dari luar negeri
Baca juga: RSUD dr Soedono Madiun siap tangani pasien corona
Baca juga: Dokter RSUD Soedono Madiun cek lab ulang mahasiswi pulang dari Beijing

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Puluhan karyawan COVID-19, TVRI Jatim & RRI Surabaya setop siaran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar